CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 70


__ADS_3

" Abang."


" Kalau mau cium abang dulu!." Juna mengajukan syarat


" Abang sini deh, deket sama adek." Ucap Ais


Juna mendekat lalu duduk di tepi tempat tidur


Ais, langsung mencium bibir Juna, lalu beranjak pergi ke kamar mandi, Juna yang melihat tingkah Ais, langsung menggeleng-gelengkan kepalanya


🌹🌹🌹


Mereka berdua sedang pergi berkeliling keluar Villa, Juna yang melihat Ais tertidur pulas bersandar di bahu sang suami. Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai terparkir di depan Villa, Pram memutar lalu membukakan pintu belakang agar bosnya serta istrinya bisa keluar


"Bos." Ucap Pram


" usssst," Juna memberi isyarat agar diam, Juna akan menggendong Ais yang sudah tertidur, Juna tidak mau membangunkan, setelah sampai di dalam kamar Juna meletakkan Ais dengan hati-hati tanpa menyelimuti Ais, Juna juga membuka hijab Ais lalu pergi ke kamar untuk membersihkan diri,


Beberapa saat kemudian Juna keluar dari kamar mandi, saat akan keluar kamar untuk memberi tahukan pada pelayan kalau untuk segera menyiapkan makan saja dalam waktu 1 jam lagi, tapi langkahnya terhenti saat melihat pemandangan yang menggoda, posisi Ais sudah berubah, sekarang rok yang dipakai Ais terbuka dan sudah berada di perut Ais, sedangkan bajunya sudah tersingkap ke area dada Ais, detak jantung Juna berdetak begitu cepat, tanoa menunggu lama Juna langsung menduduki Ais, posisi Juna berada di atas Ais, lalu mencium bibir Ais dengan saat buas, Ais yang mendapat serangan mendadak langsung membuka matanya,


" Abang." Ucap Ais lirih


" Layani Abang dek, abang tergoda dengan tubuh adik yang seksi ini." Ucap Juna yang sudah dengan nafas memburu


" Tapi bang bentar, adik ingin ke kamar mandi."


" Iya." Juna melepaskan Ais dengan berar karena hasratnya sudah di ubun-ubun


Ais sudah masuk ke kamar mandi, sedangkan Juna sudah tidak sabar ikut masuk ke kamar mandi, untuk pintunya tidak di kunci oleh istrinya akhirnya Juna ikut masuk ke dalam kamar mandi


Juna yang melihat istrinya lagi melepas baju, langsung mendekatinya dan ikut membuka baju Ais


" Abang."


" Abang bantuin adik lepas bajunya."


Ais hanya bisa pasrah dengan perilaku suaminya itu

__ADS_1


" Baby, aku sangat tergila-gila dengan mu sayang." Bisik Juna sambil mengecup daun telinga Ais dibawah guyuran air shower kamar mandi


Juna yang melihat nafas Ais sudah naik turun


" Santai dulu Sayang, Abang tidak ingin terburu-buru." Bisik Juna dengan nafas yang justru menunjukkan Juna tidak bisa tenang dan santai karena gairahnya sudah meluap-luap


" Abang janga berbohong, lakukan sekarang bang, adik sungguh menyukai sentuhanmu bang, sentuhan yang sangat keras dan membucah, aku sangat bersedia bang." Bisik balik Ais pada telinga Juna sambil menggigit daun telinga Juna.


" Adik adalah satu-satunya wanita yang hanya ingin abang sentuh dan miliki selamanya." Ucap Juna sambil mengelus permukaan bibir Ais yang merah dan basah, mengecuonya lagi dengan teramat halus.


Juna memperdala. ciuman mereka, menyesap bibir Ais yang terbuka hibgga terdengar suara decapan-decapan yang begitu seksi, membuat luaan gairah itu meluap-luap memenuhi aliran darah yang kian berdesir hebat.


Ais yang sudah terbawa suasana, mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah Ais ucapkan." Sentuh adim bang, hingga adik tak kuat berbicara, karena pesona tubuh abang yang membuat ladik lumpuh seketika." Ucap Ais sambil meremas dada kokoh Juna


" Abang tidak akan menundanya lagi sayang, kita bermain sekarang."


Juna menggendong tubuh istrinya. lalu membaringkan ke atas tempat tidur hingga keduanya tak lagi ragu meluapkan rasa cinta yang teramat dalan, menuangkan rasa ridu yang tak oernah habis bahkan tak berkurang sedikit oun.


" Apa adik menginginkan abang?." Tanya Juna pada Ais denga nafas ter engah-engah


" Tanpa Adik jawab, abag pasti tahu, kalau hanya abang yang adik inginkan." Jawab Ais terbata-bata karena tangan Juna berada di area sensitifnya


Dikecupnya kening Ais dengan sentuhan yang teramat halus, di belai hidung dan bibir Ais dengan bibirnya, perlahan bibirnya menyentuh bagian lainnya hingga tak ada yang Juna lewatkan.


Ais mendesah, terus meluapkan hasrat, dorongan dan desakan yang memanjakannya membhat kelimpungan, tapi Ais tersenyum dengan kepuasan.


Juna mengecup telapak tangan Ais lalu mencekalnya, meremasnya dengan desakan tubuh kuatnya yang benar-benar memenuhi tubuh Ais yang begitu rapuh dan basah.


" Abang akan melakukannya, sampai adik memohon ampun." Ucap Juna mencium Ais hingga tak memberi jeda


" Ahh... adik tidak akan memohon, masuki, dan jangan lepaskan." Goda Ais


" Baiklah, abang tak segan sekarang."


" Jangan oernah, sedikit pun, sayang."


" Yes baby."

__ADS_1


" Adik milikmu sayang." Ucap Ais


Setelah Ais keluar beberapa kali, sedangkan Juna yang baru saja mencapai puncak langsung terkulai lemas, saling memeluk menyatukan sisa kekuatan mereka, mengumpulkan lagi agar dapat memulainya nanti, saat keinginan menyergap relung hati sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta


" Kita makan malam, melihat bintang, menikmati kesunyian, dengan potongan daging serta orens juice, mau?." Tawar Juna


Ais menganggukan kepalanya, tentu saja Ais tidak pernah menolak keinginan suaminya yang telah menguasai dirinya juga hatinya


" Ais mau mandi dulu ya bang,." Ais mengecup pipi Juna sekilas


" Adik cantik, selali cantik, bahkan tanoa perlu berdandan sekali pun." Ucap Juna selalu memuji istrinya itu,


🌹🌹🌹


Ais dan Juna menghabiskan waktu bulan madu, keduanya dengan begitu romantis, Juna mengajak Ais berkeliling tempat yang indah di dalam Villanya


Juna duduk disebuah kursi rotan dengan secarik koran ditangannya, lalu seorang pelayan datang membaeakan dua gelas teh dan makanan pemdamping minuman,


" Silahkan dinikmati minumannya Tuan." Ucap pelayan yang entah siapa namanya


" Terima kasih mbak." Balas Ais


Ais terlihat cukup senang dengan bunga-bunganya, di sepanjang mereka ada disana Ais terlihat sibuk bermain dengan bunga-bunga itu tanoa memperdulikan Juna yang terus mengamatinya


" Senang sekali bisa melihatnya seperti ini, ternyata dia penyuka tanaman, khususya bunga.


Juna tersenyum, lalu kemudian Juna menyerup teh nya, Juna juga mengambil kue yang sudah ada didepannya.


" Sayang." Juna memanggil Ais


Ais menoleh," Iya bang, ada apa?." tanyanya seraya melihat ke ara Juna


" Sini nikmati dulu tehnya, nanti keburu dingin." Ujar Juna, Juna juga menunjuk ke aeah gelas teh yang ada di atas meja kecil disampingnya.


" Baiklah."


Ais lalu berjalan menghampiri Juna yang duduk di kursi rotan.

__ADS_1


🌷🌷🌷


To be continued, Stay terus kak.❤😘


__ADS_2