CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

" Yakin ingin masuk?." Tanya ibu Ray.


" Bismillah..!! Yakin 💯% Bu." Jawab Ray mengikuti suster masuk ke dalam ruangan bersalin.


" Ibu khawatir dengan Ray, apa dia kuat." Ucap ibu yang duduk di sebelah nya.


" Kalau tidak kuat nanti Ray pasti akan keluar Bu." Ucap Adit.


"Kalau bisa jalan, bagaimana kalau pingsan di dalam." Ucap ibu lagi.


" Tinggal di gotong keluar saja Bu." Jawab Ayah dengan kekehan.


" Di dalam ruangan, Ray melihat Mesya masih merintih kesakitan.


" Sayang!." Ray memeluk Mesya dan memberikan kecupan sekilas di kening Mesya.


" Bang, kenapa lama datang nya?." Tanya Mesya pada Ray.


" Maaf ponsel nya ketinggalan tadi." Jawab Ray yang mengelus pipi serta kepala Mesya.


Ray tidak lupa untuk membaca doa doa saat persalinan sang istri, dengan begitu sabar Ray menemani sang istri yang sedang berjuang antara hidup dan mati untuk memperjuangkan ke hadiran seorang anak.

__ADS_1


" Tenang ya Bu, baby nya sudah kelihatan, dorong ya Bu, jangan terlalu bersemangat dorongan nya Bu, santai saja, jangan bersemangat mendorong seperti saat bapak membuat baby nya." Kata dokter yang berusaha untuk membuat lucu, agar suasana dalam ruangan bersalin tidak kaku.


Wajah Ray sudah kelihatan pucat, mendengar rintihan yang keluar dari bibir Mesya, tangan Mesya mencekam tangan Ray, sehingga tangan Ray membekas cakaran dari tangan Mesya.


" Sayang." Ucap Ray dengan menahan rasa sakit, Ray memberikan tangan nya untuk pelampiasan Mesya


Tidak lama kemudian terdengar suara yang nyaring, memecahkan keheningan didalam ruangan dengan suara tangisan bayi yang baru lahir.


Mesya menghela napas lega, butiran keringat mengalir di dahinya. Mesya memejamkan matanya untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang lemas.


Ray melihat kearah babynya yang berlumuran darah.


Dan tiba-tiba pandangan Ray buram, dan kepalanya pusing.


Ray jatuh di samping Mesya.


Mesya yang mendengar suara orang jatuh langsung membuka matanya, dan Ray sudah tidak ada di sisinya.


"Mana suami saya?" tanya Mesya heran, Ray pergi tanpa mengatakan apapun juga kepada dirinya.


" Ini nyonya." Seorang suster jongkok di samping Ray, untuk menyandarkan Ray dari pingsan nya Mesya sedikit mengangkat kepala nya dan menoleh ke lantai dan melihat badan Ray telentang di lantai.

__ADS_1


" Bang Ray. Kenapa Abang Ray." Panggil Mesya panik.


" Tidak apa apa Bu, seperti nya bapak tidak bisa melihat darah dan bau amis nya darah." Ucap dokter.


" Apa!!!." Mesya baru tahu dengan kelemahan sang suami, mangka nya saat melahirkan si kembar, suami nya minta masker dan di bagian tubuh Mesya yang bawah kain nya minta di dobel, jadi ini alasan nya, pernah Meyda bertanya tapi suami nya memberikan alasan yang masuk akal, jadi Mesya percaya saja.


" Bawa keluar." perintah dokter.


Ray di angkat ke atas brankar lalu di bawa keluar.


Pintu kamar bersalin terbuka dan brankar yang membawa Ray itu keluar.


Keluarga mengira Ray keluar dengan berjalan kaki, ternyata Ray keluar menggunakan brankar.


" Ray." Panggil ibu.


" Bapak pingsan Bu, seperti nya tidak tahan melihat darah." Ucap salah satu suster yang mendorong brankar Ray keluar ruangan bersalin.


" His, anak ini memalukan ayah saja." Ucap ayah yang tertawa. Adit pun melakukan hal yang sama, sedangkan Nova, Ovi dan Yeni hanya bisa menahan tawa nya, mau tertawa mereka masih tidak enak dengan ke dua orang tua dari suami sahabat nya itu.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2