CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
× Belut Beludak


__ADS_3

Jevin tidak memperdulikan kelakuan Cassie yang jelas-jelas ingin menggoda dirinya. Dia sudah terbiasa dengan hal tersebut, sudah berkali-kali ada yang ingin menggodanya hingga membuatnya muak. Dia lebih memilih membaca berkas proposal yang ada di tangannya.


'Aku tidak akan tergoda dengan tubuh mu *****. Justru hal tersebut yang membuatku tidak memiliki respek kepadamu. Sorry jika kamu merasa terhina.' Batin Jevin.


Jevin membaca berkas yang ada di tangannya dengan teliti, dia menyeringai tipis saat melihat keuntungan yang akan di dapatkan perusahaannya melalu kerja sama yang di ajukan oleh Satya. Setelah itu dia meletakkannya di meja.


"Baiklah saya akan menerima kerja sama dengan perusahaan anda." Ucap Jevin datar.


Satya dan Cassie tersenyum senang saat mendengar jika Jevin ternyata menerima kerja sama dengan perusahaan mereka.


"Terima kasih Pak Jevin, saya harap kerja sama ini akan lancar dan saling menguntungkan bagi petusahaan kita." Ucap Satya dengan raut wajah bahagianya.


Jevin hanya mengangukkan kepalanya. Kemudian mereka berdua menandatangani berkas kerja sama antara perusahaan masing-masing. Mereka berdua berjabat tangan sebagai tanda jika kerja sama mereka berdua telah di sepakati.


Satya menengok ke putrinya dan mengangukkan kepalanya. Dia melihat jam tangannya, dia menatap Jevin dengan tatapan tidak enak hati.


"Sepertinya saya harus undur diri pak. Ada hal yang sangat mendesak yang harus saya hadiri, maaf jika saya tidak bisa makan bersama anda. Biarkan putri saya saja yang mewakili saya. Sekali lagi saya minta maaf." Ucap Satya.


"Tidak masalah, tidak perlu sungkan seperti itu. Saya maklum kok jika anda memiliki jadwal yang sangat padat. Tidak jadi makan bersama juga tidak masalah bagi saya." Ucap Jevin tenang.


"Tidak tidak, saya akan merasa tidak enak jika anda menolak makan bersama dengan putri saya. Ini sebagai permintaan maaf saya karena kecerobohan yang di lakukan oleh staf saya sekaligus sebagai tanda terima kasih saya karena anda tetap mau berkerja sama dengan perusahaan saya." Ucap Satya dengan cepat, mencegah Jevin mengurungkan niatnya untuk makan bersama dengan putrinya Cassie.


Jevin melirik ke arah Sammy, Sammy menoleh ke arah Jevin seakan menandakan jika dia menyetujuinya.


"Baiklah, saya akan makan bersama dengan putri anda sebagai tanda jika saya masih sangat menghormati anda pak." Ucap Jevin.


Satya tersenyum senang, dia lalu berdiri dan menjabat tangan Jevin. "Terima kasih banyak pak. Kalau begitu saya permisi undur diri." Ucap satya, dia lalu berjalan pergi meninggalkan mereka semua.


Satya menyeringai saat berhasil membujuk Jevin untuk makan bersama dengan putrinya. Dia berharap jika Jevin bisa tergoda oleh putrinya dan luluh. Dengan begitu putrinya bisa dekat dengan Jevin dan mereka menjalin hubungan. Jika putrinya berhasil menjalin hubungan dengan Jevin maka dia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Karena Jevin adalah pewaris utama dari perusahaan raksasa milik keluarga utomo.


"Silahkan anda pesan makanan anda nona. Saya tidak memiliki banyak waktu." Ucap Jevin dingin.


Dia sudah memanggil pelayan hingga Cassie tinggal mengatakan pesanannya agar Cassie tidak mengulur waktu untuk menggodanya. Jujur saja dia sudah muak dengan apa yang di lakukan oleh Cassie.


Cassie meraih buku menu yang ada di depannya, lagi-lagi dia menundukkan tubuhnya memperlihatkan dadanya ke arah Jevin berharap jika Jevin akan tergoda kali ini. Tetapi sekali lagi Cassie harus memendam kekesalannya karena tidak mendapatkan respon sesuai dengan apa yang di inginkannya.

__ADS_1


Cassie lalu mengatakan apa yang ingin di makannya begitu juga dengan Jevin dan Sammy yang menyamakan pesanannya dengan Cassie, setelah itu pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka bertiga.


Cassie berdiri, dia berjalan ke arah Jevin dan duduk di samping Jevin. Cassie menatap Jevin dengan tatapan centilnya.


"Jevin, apakah kamu masih ingat saat masa-masa sekolah kita dulu?." Tanya Cassie dengan manja. Dia bahkan berusaha untuk bergelajut di lengan Jevin, namun Jevin dengan cepat menepis tangan Cassie hingga membuat Cassie mengurungkan niatnya.


Wajah Cassie merah padam karena lagi-lagi mendapat penolakan dari Jevin.


"Saya tidak ingat nona. Banyak hal yang jauh lebih penting dari pada anda yang saya ingat. Keluarga kita memang menjalin hubungan yang sangat lama. Tapi saya tidak terlalu dekat dengan anda." Ucap Jevin dengan jujur.


Perasaan Cassie langsung mencelos saat mendapatkan jawaban yang sangat menohok dari Jevin. Dia akui dia dan Jevin memang tidak terlalu dekat, karena saat dia mencoba mendekati Jevin pasti ada saja hal yang membuat dia tidak jadi dekat dengan Jevin. Namun, dia tidak menyangka jika Jevin akan sejujur ini hingga membuatnya sangat merasa terhina dan malu.


Dia pikir Jevin akan menjaga perasaannya dengan sedikit mengatakan hal yang menyenangkan. Tapi justru jawaban pedas dan menohok yang di dapatkannya. Tangannya mengepal menahan amarah.


'Lihat saja, aku tidak akan berhenti untuk mendekatimu hingga kamu luluh. Kamu sudah sangat mempermalukanku, saat kamu luluh dan jatuh cinta kepadaku nanti. Aku pastikan kamu akan hancur.' Batin Cassie penuh amarah.


Dia sangat marah saat mendapat perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dari Jevin. Api dendam langsung berkobar di hatinya, baginya penolakan yang di lakukan oleh Jevin adalah pelecut baginya untuk membalas apa yang sudah di lakukan oleh Jevin kepadanya.


Sammy dan Jevin saling melirik saat melihat Cassie yang terlihat sangat marah. Mereka berdua tidak perduli dengan amarah Cassie. Karena mereka tahu apa yang akan di lakukan oleh Cassie dan apa yang harus mereka lakukan untuk melawannya.


"Memang benar sih. Kita tidak terlalu dekat, habisnya saat aku ingin dekat denganmu pasti ada saja hal yang membuatku gagal untuk dekat denganmu. Itu sangat menyebalkan tahu.." Sungut Cassie dengan suara manjanya.


Jika tidak bisa dengan cara agresif seperti tadi maka dia akan berusaha dengan cara lain. Dia akan bersikap manja dan imut, agar Jevin luluh dan jatuh ke pesonanya.


Jevin mengangkat sebelah alisnya saat melihat Cassie yang menjadi sangat manja dan sok imut tersebut.


'Dasar belut beludak gila. Dia seperti punya kepribadian ganda saja. Bukannya merasa gemas karena imut tapi aku malah tambah muak.' Batin Jevin kesal.


Sedangkan sammy sendiri justru malah bergidik, badannya langsung merinding saat melihat perubahan sikap Cassie yang drastis tersebut.


'Apa dia ratu drama atau bagaimana. Kenapa cepat sekali berubah sikapnya, sok imut.' Batin Sammy bergidik ngeri.


"Mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk dekat." Ucap Jevin dingin.


Hati Cassie semakin panas saat mendapatkan ucapan lugas dari Jevin. Seakan-akan memang menekankan jika dirinya tidak akan pernah dekat dengan Jevin.

__ADS_1


"Tapi aku ingin dekat dan berteman denganmu." Rengek Cassie.


Jevin memutar bola matanya dengan malas saat lagi-lagi Cassie bertingkah sok imut di depannya.


"Maaf Cassie, memang baik memiliki banyak teman. Tapi saya sangat membatasi pertemanan saya dengan seorang wanita. Saya tidak ingin hal yang tidak saya inginkan terjadi karena pertemanan itu." Ucap Jevin dengan datar.


'Karena saya tahu kamu bukan teman yang baik Cassie. Saya tidak pernah membatasi pertemanan saya dengan siapa pun. Tapi saya tidak ingin berteman dengan belut beludak sepertimu.' Batin Jevin.


"Hal yang tidak di inginkan seperti ap.."


"Maaf tuan, nona. Ini pesanan anda, silahkan di nikmati. Maaf sedikit menganggu obrolan anda semua."


perkataan Cassie tiba-tiba terpotong oleh datangnya seorang pelayan yang membawa pesanan mereka bertiga. Cassie menatap pelayan tersebut dengan tatapan nyalangnya. Pelayan tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya saat mendapatkan tatapan tersebut dari Cassie, dia memberikan pesanan mereka bertiga dalam diam.


'Penganggu.' Batin Cassie kesal.


"Tidak apa-apa. Terima kasih ya." Ucap Jevin, dia sangat berterima kasih dengan pelayan tersebut. Karena kedatangan pelayan tersebut membuatnya terhindar dari Cassie. Kedatangan pesanan mereka bisa membuatnya segera mengakhiri kebersamaan memuakkannya bersama Cassie.


"Silahkan di nikmati nona Cassie."


Jevin dan Sammy langsung menyantap makanan mereka tanpa menunggu jawaban dari Cassie. Merea berdua ingin segera pergi dari hadapan Cassie, karena mereka sudah sangat jengah menghadapi Cassie yang sangat menyebalkan.


Tak lama kemudian Sammy dan Jevin telah selesai memakan makanan mereka.


"Maaf nona, sepertinya saya tidak bisa menunggu nona menghabiskan makanan anda. Jadwal saya sangat padat, saya permisi."


"Tapi.."


Jevin berdiri meniggalkan Cassie tanpa menunggu jawaban dari Cassie.


"Permisi nona." Sammy membungkukan badannya sejenak, setelah itu dia baru menyusul Jevin yang sudah berjalan ke luar.


"Sialan.." Umpat Cassie. Amarahnya seketika langsung meledak saat itu juga. Dia sangat merasa tersingung dengan perlakuan mereka berdua.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa dukunganny teman-teman 😘😘


__ADS_2