
" Terima kasih mom, terima kasih atas semua nasehat mommy, daddy, opa dan oma, Irsyad tidak tahu jalan apa yang akan aku ambil kalau
tidak ada kalian mom, I Love You Mom." Ucap Irsyad sambil memeluk dan mencium mommy
" Emm, kalau begini baru Love you mom." Ejek Tika
" Maafkan aku ya mom, yang tadi tidak mencari mommy saat pulang, kepala ku sudah pusing banget mom." Ucap Irsyad
...🌷🌷🌷...
Keesokan harinya, dari pada suntuk sekarang Irsyad lagi menganjak ketemu sahabatnya Fikri di cafe
" Hai bro, loe kenapa wajah loe seperti kain kusut yang belum." Ucap Fikri yang baru datang di cafe tempat biasa yang mereka tongkrongi untuk mereka bertiga sebelum Ikbal meninggal
" Resek loe, loe itu kenapa sih telat mulu, heran gue," Ucap Irsyad sambil minum kopi hitam pesanannya itu
" Sabar bro, ya biasa kan, sekarang gue sudah punya gebetan dan tadi gue juga baru anterin cewek gue ke rumah sahabatnya itu." Jawab Fikri
" Ok, dah dari dulu loe dah gue maafin, tenang aja." Jawab Irsyad
__ADS_1
" Eh gue tanya, kenapa loe gak datang saat pemakaman Ikbal, loe kemana?." Tanya Irsyad
" Gue datang, tapi gue gak bareng ma keluarganya Ikbal." Jawab enteng Fikri
" Kenapa loe gak bareng ma keluarganya Ikbal?." Tanya Irsyad yang penasaran
" Gue kecewa ma keluarganya Ikbal, mereka begitu kejam, apa coba kurangnya ceweknya si Ikbal, dengan begitu kejamnya mereka memisahkan Ikbal dan ceweknya, sampai Ikbal meninggal gara-gara mama dan papanya, dan lebih parahnya lagi, mereka tidak mengakui anak yang di kandung oleh Sindi, kejam mereka itu apa benar manusia coba." Gikri bercerita dengan menggebu-gebu
" Emangnya loe tahu saat keluarganya Ikbal menolak pacarnya?." Tanya Irsyad yang penasaran
" Ya tahu lah, saat itu gue ma cewek gue lagi gantiin jaga ceweknya Ikbal di RS, gue penasaran kenapa mamanya kok pulangnya cepet, tapi saat gue lihat matanya, seperti orang habis menangis, jadi gue ajak keluar dari ruangan ceweknya Ikbal, gue tanya, mamanya cerita bro, gue yang laki-laki aja langsung emosi bagaimana dengan mamanya Sindi, seorang perempuan yang hatinya begitu lembut."
" Ya tau lah, Sindi itu sahabatnya Naya, gue dan Naya juga temenin Sindi saat dia di rawat di RS."
" Apa loe tahu rumahnya Sindi?."
" Kenapa loe penasaran ma Sindi, sampai segitunya tanyanya."
" Gue tanya, loe tinggal jawab banyak tanya."
__ADS_1
" Gue gak tahu, tapi bisa gue tanya ke Naya, nah yang gue gak mau ada kesalah pahaman antara gue dan Naya, loe tahu sendiri kan gue sama Naya sudah tunangan, gue gak mau kalau Naya berfikir yang bukan-bukan karena posisi Sindi saat ini juga lagi mengandung." Ucap Fikri hati-hati, karena posisinya diantara sahabat dan calon istrinya
" Iya gue tahu, jadi gini saja, loe kasih tahu Naya kalau gue ada perlu sama Naya, biar gue yang cerita ke Naya sendiri." Ucap Irsyad
" Ok, gue kasih tahu loe kalau gue sudah kasih tahu ke Naya,."
" Ok, tapi gue harap jangan lama-lama ya, ini juga demi kebaikan Sindi bro, tolong ya."
" Ok, tenang aja, sepertinya besok kuta sudah bisa ketemu tapi gue tanya dulu sama Naya ya."
" Ok."
Selanjutnya mereka berbicara tentang hal pekerjaan dan keadaan pekerjaan di bidang mereka masing-masing
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...