
Sindi membuka pintu salah satu kamar yang tidak lain adalah kamar Naya, saat pintu terbuka, Naya sangat kaget dengan kedatangan tamu yang tidak di undang itu. tapi tidak berlangsung lama, Naya segera memeluk Sindi, mereka cukup lama berpelukan sampai akhir nya Naya melepaskan pelukan itu karena merasa ada tetesan air yang membasahi bahu nya.
"Sin kamu kenapa?." Naya mengapit wajah Sindi dengan kedua tangan Naya
"Kamu kenapa?." Naya bertanya lagi pada Sindi
"Ada masalah apa?, cerita sama aku."
Sindi tidak sanggup mengatakan apapun hanya air mata yang terus mengalir, karena tidak tega melihat Sindi menangis, Naya kembali memeluk Sindi untuk menenangkan nya.
Setelah di rasa Sindi cukup tenang, Naya meminta pelayan untuk membuatkan teh hangat untuk Sindi.
"Minum duku, biar lebih rileks." Ucap Naya dengan memberikan segelas teh hangat pada Sindi
"Maaf ya jadi repotin kamu." Ucap Sindi dan menerima teh dari Naya dan menganggukkan hingga menyisakan setengah gelas
"Nay, apa boleh aku nginep beberapa hari ini di sini?." Tanya Sindi pada Naya
" Boleh dong, aku malah seneng banget kalau kamu tidur di sino, aku ada teman nya di rumah." Jawab Naya
"Kamu tahu sendiri kan, aku di rumah ini sangat kesepian."Lanjut Naya karena ke dua orang tua Naya yang gila kerja, membuat Naya kesepian apalagi kedua orang tua nya jarang berada di rumah sekedar untuk menemani Naya
"Tapi kamu jangan bilang bang Irsyad atau mama ya kalau aku ada di sini." Pinta Sindi
__ADS_1
"Tapi kamu kenapa pergi dari rumah tidak bilang dulu, sebenar nya kamu ada masalah apa? kamu cerita dong sama aku
"A...aku." Suara Sindi tertahan di tenggorokan nya, tapi tidak dengan air mata nya yang dengan mudah mengalir begitu saja.
"Hiks...hiks...hiks a..aku." Sindi berusaha untuk mengeluarkan kata-kata nya, tapi se akan-akan begitu berat untuk mengungkapkan perasaan nya saat ini.
Sindi yang tanpa sadar sudah mencintai Irsyad, merasa ini akan sulit untuk di lalui nya.
"Nay aku, aku jatuh cinta sama bang Irsyad." Sindi mengungkapkan perasaan nya tapi justru ia semakin terisak dalam dalam tangisan nya.
"Ya sudah kamu tenangin diri dulu ya, nanti cerita nya kalau kamu sudah siap untuk cerita." Naya memeluk tubuh sahabat nya dengan erat
"Kenapa, dia kelihatan sedih banget, sama seperti dia kehilangan Ikbal duku, ada apa sebenar nya dengan Sindi." Naya berbicara di dalam hati nya dan bertanya-tanya pada diri nya sendiri, karena dia sangat tidak tega untuk menanyakan langsung pada Sindi.
Mendengar semua yang di ceritakan Sindi, membuat Naya merasa iba dengan perjalanan hidup sahabat nya.
"Tapi kalau kamu pergi seperti ini, bukan cuma Irsyad yang panik cariin kamu, mama kamu juga dan sudah di pastikan semua anggota keluarga kamu juga Sin, apa lagi sekarang kamu tidak pergi sendiri, ada bayi yang kamu bawa, semua orang akan khawatir sama kamu."Ucap isi hati Naya
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
...pemenang Giveaway tahap ke 3 ya kak,...
...1. 2 orang pemenang dengan Vote terbanyak...
...1.Kak A.T.L mendapat pulsa Rp.75.000...
...2.Kak (😀) yang pakai hijab hitam mendapat pulsa Rp.50.000...
...2. 2 orang pemenang dengan komentar terbanyak...
...1.Kak Juanita lemah mendapat pulsa Rp.75.000...
...2.Kak Sherly mendapat pulsa Rp.50.000...
...3. 1 orang membagikan cerita...
...Kak Joko s, mendapat pulsa Rp. 25.000...
...4. 2 orang komentar terunik...
__ADS_1
...Kak Beci Luna dan Kak Wahyu Kiwidh masing-masing mendapat pulsa Rp. 25.000...