
"Aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang abang fikirkan bang, aku mohon dengar kan penjelasan ku." Ucap Sindi
Dengan sangat kasar karena terbakar cemburu Irsyad menindih tubuh istri nya dan mencium bibir Sindi dengan kasar, sampai membuat Sindi kesulitan untuk bernafa."ba...bang jangan seperti ini." Ucap Sindi di sela-sela ciuman Irsyad yang sangat buas, Sindi merasakan Irsayd bahkan samoai mengihit bibir nya, dengan sekuat tenaga Sindi mencoba untuk mendorong tubuh Irsyad yang berada tepat di atas nya.
Perlakuan Sindi membuat Irsyad semakin kesal, ia berkata dengan keras mengatakan. "Aku suami kamu, kenapa kamu tidak inhin dis entuh oleh laki-laki yang sudah menikahi kamu, apa laki-laki lain lebih memuaskan dari aku hah??." Ucap Irsyad
Dengan cepat Irsyad menggenggam kedua tangan Sindi dengan satu tangan nya, sedangkan tangan yang satu nya mencoba untuk membuka kancing baju tunik yang Sindi gunakan saat ini, dengan kasar Irsyad meloloskan pakaian Sindi begitu saja, Irsyad juga membuka kaos yang ia gunakan nya hanya menyisakan celana nya saja, sedangkan Sindi sudah sama sekali tidak terbalut apa ouj tubuh nya saat ini, dengan kasar Irsyad menjamah bagian-bagian sensitif dari tubuh istri nya.
Di perlakukan dengan sangat kasar, membuat Sindi tidak henti-henti nya meneteskan air mata nya, ia terus memohon kepada Irsyad untuk tidak menyakiti nya.
__ADS_1
"Bang aku mohon jangan lakukan ini pada ku, aku takut, kamu menyakiti ku bang, hiks...hiks...hiks... aku mohon lepas kan aku bang." Ucap Sindi lirih dengan terus terisak karena Irsyad dengan sangat kasar menyentuh nya.
Apa yang Sindi ucapkan membuat Irsyad menghentikan aktifitas nya saat ini, ia bangkit dari atas tubuh Sindi dan segera pergi menuju kamar mandi, Irsyad mengguyur tubuh nya di bawah guyuran air dingin malam itu, entah sudah berapa lama Irsyad berada di sana.
Sindi sudah memakai pakaian nya kembali, saat ini ia sedang membaringkan tubuh nya dengan posisi miring, air mata nya terus mengalir membasahi bantal yang ia gunakan.
Sampai pagi datang, mereka sama sekali belum beranjak dari tempat itu, entah salah satu dari mereka sudah ada yang terbangun atau justru tidak tidur sepanjang malam, tidak ada yang tahu, posisi mereka bahkan sejak malam sama sekali tidak bergerak apa lagu berpindah.
Pagi inu jadwal Sindi mengunjungi Dokter kandungan, untuk memeriksakan kandungan nya yang sudah menginjak minggu ke 34, meski kedua nya sedang tidak bertegur sapa, tapi tidak menjadi manusia yang tidak berperasaan meski hati nya masih di liputu rasa cemburu, tetap saja Irsyad mengantarkan Sindi menuju RS karena usia kandungan saat inu dokter menyarankan agar Sindi rutin memeriksakan kandungan nya...
__ADS_1
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1