
**Saya minta maaf ya kak, kalau bab ini saya tulis Eps 1, sebenarnya mau saya lanjutkan, tapi lebih baik saya buat yag season 2, Jadi kakak_-kakak semua stay terus ya kak, banyak hadiah yang menanti kakak semua, Happy Reading ❤
-----------------
🌷🌷🌷**
Ciye-ciye." Jawab kompak meresa semua, menyoraki Juna yang bertanya apa Ais , sedangkan yang ditanya wajahnya bersemu merah,
Tanpa menunggu lama Ais langsung memakan permen tadi dan mengambil kertas hukuman yang berada di dalam botol, pertanda kalau Ais tidak bersedia untuk menjawab pertanyaan dari Juna
Juna yang melihat Ais memakan permen dan mengambil kertas hukuman merutuki ucapannya tadi, kenapa dia harus bertanya pada Ais dengan pertanyaan bodoh itu,,, seharusnya dia harus lebih sabar lagi untuk menanyakan hal itu, bukan bertanya di dalam permainan ini,
" Bodoh kamu Jun, Jun." Juna meneriaki diri sendiri dalam hati
" Apa hukuman kamu Ais?." Tanya Lian
" Em, itu bang, bernyanyi!." Jawab Ais
" Oke, kalau begitu mumpung para orang tua lagi bersantai, lebih baik kamu nyanyi sekarang di dpean mereka, setelah bernyanyi kamu harus minta saweran dari mereka semua." Jelas Lian
" Dek." Juna menatap tajam pada Lian
" Udah nurut aja bang, adek tahu kok!." Lian mencoba memberi penjelasan agar abangnya itu tidak berfikir yang bukan-bukan
" Kamu bisa main gitar?." Tanya Lian pada Ais
Aisyah menganggukan kepalanya pertanda kalau dia bisa bermain alat musik gitar
" Ini gitarnya, dan berhubung para orang tua jumlahnya banyaj dan nanti disat memberi saweran pasti juga akan banyak, jadi aku harus menentukan kalau kamu harus bisa mendapatkan uang minim 2 juta ya, ayo Dek bantuin Ais buat nyanyi." Ucap Lian mengajak Irsyad untuk membantunya
setelah semua selesai Lian dan Irsyad kembali duduk di atas karpet
Dengan gemetar Ais mulai duduk dan mencari kenyamanan
__ADS_1
" Assalamualaikum." Ucap salam Ais
Semua para orang tua berdiam sambil melihat apa yang akan di lakukan Ais
" Wa'alaikumsalam, " Jawab kompak mereka semua yang ada disana
" Selamat malam, saya minta maaf sebelumnya, saya duduk disini untuk bernyanyi, sebenarnya saya malu, karena saya tidak bisa bernyanyi, tapi saya harus menyelesaikan hukuman saya ini, agar saya tidak di cap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab atas ucapnya, saya kalah dalam bermain game jadi konsekuensianya saya harus menjalankan hukuman yang diberikan oleh teman-teman buat saya, Selamat menikmati
Jreng
Ais memetik senar gitarnya
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
__ADS_1
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
__ADS_1
di ulang 2x
Pertama kali semua orang disana mendengar Ais bernyanyi merasa kagum pada Gadis itu, terutama Tika, Tika ingat waktu muda dulu untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari dan disaat Ayahnya terkulai lemas di RS, membuat dia siap tidak siap, mau tidak mau dia harus mau untuk mencari uang demi kelangsungan hidupnya dan Ayahnya, di tengah-tengah lagu Ais bernyanyi suaranya mulai serak menandakan kalau dia lagi merindukan seseorang yang sudah lama meninggalkannya disana dan pastinya sekarang beliau sudah senang dan bahagia disana karena sudah tidak merasakan sakit lagi di dadanya, dengan semangat Mesya dan Kyla menghampiri Ais yang sedang bernyanyi, mereka berdua langsung ikut bernyanyi untuk memberi kekuatan pada Ais kalau dia tidak sendiri ada kita semua yang selalu akan ada buat Ais, Ais yang merasa bahunya di pegang dan merasakan kekuatan tersenyum dengan masih memaninkan alat musicnya, mereka bertuga bernyanyi bersama, Semua orang yang mendengar Ais bernyanyi meneteskan air matanya, mereka mengerti dan memahami dari isi lagu tersebut dan kenapa Ais menangis, setelah mereka bertiga selesai bernyanyi, Mesya dan Kyla kembali duduk disaat mereka berdua melihat Ais yang kesedihannya mulai hilang