CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 9


__ADS_3

Irsyad masuk ke dalam kamar langsung membersihkan diri setelah itu dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Irsyad masih berfikir secara keras atas semua ucapan dan permintaan Ikbal kepadanta,


" Aku harus bagaimana sekarang? aku pun tidak mengenal Sindi, aku harus mencarinya kemana, Ahhhh aku bingung sekali sekarang, Ikbal loe adalah sahabat terbaik yang gie punya, loe selalu ada buat gue, loe adalah laki-laki yang sangat sabar, gue selama ini salut sama loe Bal, loe kuat menahan rasa sakit itu selama bertahun-tahun, loe adalah salah satu alasan gue buat jadi dokter, tapi kali ini gue gagal selamatin loe Bak, gue gagal jadi sahabat loe, apa gunanya gue jadi dokter kalau loe pergi ninggalin gue, tapi gue yakin Bal, kalau sekarang loe sudah tidak sakit lagi, Allah lebih sayang sama loe Bal, Allah tidak tega melihat loe kesakitan mangkanya Allah memilih loe berada di sisinya, dan tolong kasih gue petunjuk Bal untuk menemui kekasih loe, gue mau kasihkan titipan loe padanya, gue bingung mau memulai dari mana." Ucap Irsyad dalam lamunannya, hingga Irsyad tidak terasa kalau dia sudah terlelap


Keesokan harinya di kediaman keluarga Pamungkas Tika melihat keluarganya kok belum lengkap, setelah di teliti ternyata putra ke empatnya yang belum terlihat, tumben-tumbenan belum terlihat batang hidungnya, padahal setiap pagi dia selalu ada di samping mommynya, seperti daddynya selalu menjadi perangko dimana pun mommy berada


Tika menuju ke kamar Irsyad


" Dek, mau kemana?." Tanya Bagas


" Ini mas mau ke kamar Irysad, kok tumben belum bertengkar sama mas, biasanya kan anak itu selalu bertengkar dengan mas kalau jam segini." Jawab Tika


" Kita bukan bertengkar sayang, kita itu sayang sama kamu, jadi kami rebutan deh." Jawab Bagas


" Sudah ah mas, adik mau ke kamar Irsyad dulu." Ucap Tika berlalu meninggalkan Bagas yang dekat dengan tangga ke atas


Bagas mengikuti istrinya untuk ke kamar putranya


Tok Tok Tok

__ADS_1


" Nak," Panggil mommy


Irsyad yang berada di dalam kamar mendengar suara sang mommy mengetuk pintu langsung berdiri untuk membuka pintu


" Iya mom, sebentar."


Ceklek


" Nak, kamu kenapa kok pucat sekali." Ucap mommy sambil masuk ke dalam kamar putranya dan ikuti oleh Bagas


" Tidak apa-apa mom, mungkin kecapekan saja."


" Nak, lihat mommy, mommy yakin ada yang menggangu fikiran kamu, kalau memang kamu belum bisa bercerita dengan mommy tidak apa-apa nak, mommy akan selalu ada buat kamu, kamu istirahat saja ya, mommy ambilkan makan buat kamu dulu, setelah itu kamu minum obat ya, biar tidak pucat seperti ini,."


" Mommy," Irsyad langsung tidur di atas pangkuan sang mommy


Bagas yang melihat putranya begitu langsung ber inisiatif untuk mengambilkan makan ke dapur


" Mas." Panggil Tika berbisik sambil membelai rambut putranya

__ADS_1


" Sudah tidak apa-apa biar mas yang ambil makannya, Irysad butuh kamu sayang." Jawab Bagas dengan suara pelannya


Tika menganggukan kepalanya, mengisyarat iya atas apa yang di ucapan suaminya


Beberapa saat Irsyad tetap bungkam, dia tidak berbicara apa pun, Tika tetap setia membelai rambut sang anak..


" Mom." Ucap Irsyad lirih


" Iya nak? apa ada yang ingin kamu inginkan?." Tanya Tika


" Mom." Ucap Irsyad lagi


" Iya nak apa, mommy dan daddy akan selalu ada buat kamu nak." Jawab Tika dengan suara lembutnya


...🌷🌷🌷...


...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2