CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Mesya


__ADS_3

" Bu....bun!!!!." ucap Langit di sela sela tangisan nya.


Mereka akhir nya paham apa sebab nya Langit menangis.


" Sayang kita telp bunda yuk, tapi Langit janji Langit tidak boleh nangis lagi, nanti bunda imut nangis kalau lihat Langit menangis." Ucap Ray yang memberi pengertian pada jagoan kecil nya.


Langit yang mendengar ucapan dari ayah nya seolah olah paham dan menganggukan kepala nya serta langsung berhenti menangis dan segera mengusap air mata nya.


Langit langsung duduk di pangkuan ayah nya serta melihat ponsel sang ayah


" Pon bu...bun." ucap Langit


" Ok. sudah siap, senyum dulu dong putra ayah ini." ucap Ray dan Langit langsung tersenyum manis, memperlihatkan lesung pipi di ke dua pipi Langit.


" Assalamualaikum." Ucap Mesya yang berada di seberang sana

__ADS_1


" Waalaikumsalam, Sya maaf ya telah mengganggu waktu kamu, ini ada yang lagi cariin kamu Sya." Ucap Ray.


Sejak Mesya dan Ray sering bertemu membuat mereka akrab, bahkan Mesya memperbolehkan Langit memanggil dengan sebutan bunda, tapi Mesya masih memberi batasan terhadap diri nya dengan Ray, bagaimana pun juga mereka bukan muhrim, setiap bertemu bu Ratna harus ikut, Mesya tidak mau kalau akan ada timbul fitnahan di kemudian hari nanti, Mesya juga masih belum tahu kemana mama Langit berada, Mesya yang mau bertanya mereka tidak enak hati, karena bukan urusan nya.


Sedangkan hubungan Mesya dengan Daniel semakin hari semakin hambar, pernah Mesya bertanya tentang hubungan mereka tapi Daniel bilang kalau serius tapi untuk ke pernikahan masih belum terfikirkan, banyak sekali alasan yang di ucapkan oleh Daniel pada Mesya, akhir nya Mesya hanya bisa mengiyakan saja dari pada bikin pusing, Mesya hanya berfikir sebelum ia menikah ia masih bisa melakukan banyak hal seperti sekolah lagi, caffe dan butik yang ia bangun dengan 2 sahabat nya, sedangkan sejak Nova tahu kalau Mesya punya butik dan caffe Nova ikut menanamkan saham disama, alhasil usaha mereka semakin maju dan mempunyai beberapa anak cabang di kota bahkan sudah ada di luar kota.


Mesya juga mendapat banyak ide tentang butik karena kakak perempuan nya selalu memebri ide di saat Mesya kehilangan ide untuk membuat baju, siapa lagi kalau bukan Kayla, tapi Kayla hanya membantu saat Mesya kesulitan saja, Kayla hanya ingin bakti kepada suami dan keluarga kecil nya saja.


Kembali ke cerita ya


" Siapa bang!!!." Tanya Mesya yang memanggil Ray dengan sebutan abang, karena Mesya sudah menganggap Ray seperti abang abang nya yang ada di Surabaya


"Bu..bun." Panggil Langit dengan logat anak kecil


" Hai sayang, jagoan bunda lagi apa?." tanya Mesya

__ADS_1


" Tanen." Jawab Langit dengan mata berkaca kaca


" Bunda juga kangen sama Langit, jagoan bunda jangan menangis ya, nanti bunda sedih." Jawab Mesya


Dengan segera Langit menghapus air mata nya yang siap meluncur di pipi tirus nya


" Langit bunda minta maaf ya karena tidak bisa menemani Langit periksa ke RS, karena bunda lagi ujian nak, setelah selesai ujian bunda janji akan menemani Langit periksa ok." ucap Mesya


Langit menganggukan kepala nya dan tersenyum manis.


" Ya sudah bunda tutup dulu ya nak, ini bunda mau masuk kelas dulu, bang Ray Mesya tutup ya, da da sayang nya bunda, Assalamualaikum." ucap Mesya


" Waalaikumsalam." Jawab Ray


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2