
" Iya bang, tapi kalau hasil nya negatif bagaimana bang?." tanya Mesya
" Tidak apa apa sayang, kita coba terus, pasti nanti akan ada yang jadi kok." ucap Ray lalu mengajak istri nya untuk tidur.
Keesokan hari nya tepat pukul 03.00 dini hari Mesya yang terbangun duluan langsung menuju kamar mandi, ia tidak lupa untuk membawa tespek di genggaman nya.
Ray yang masuk belum sadar sepenuh nya mendengar suara tangisan seorang perempuan, Ray langsung melihat di sebelah nya langsung terlonjat kaget, sudah di pastikan kalau suara perempuan yang menangis adalah istri nya.
" Sayang." panggil Ray sambil mengetuk pintu kamar mandi
" Sayang."
" Sayang, sayang kenapa? ada apa sayang, jangan bikin abang takut sayang, abang masuk ya." ucap Ray yang terus khawatir dengan kondisi istri nya.
Ray yang tidak mendapatkan jawaban dari sang istri langsung membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
Dilihat nya sang istri tercinta lagi duduk di lantai kamar mandi dengan wajah yang sembab karena air mata nya terus mengalir.
" Sayang, sayang kenapa, mana yang sakit, kasih tahu abang sayang, jangan bikin abang khawatir, jangan sampai abang di tonjok sama daddy dan abang abang." rancau Ray dengan membolak balik kan badan Mesya.
" Sayang." panggil Ray dengan suara lirih dengan memegang ke dua pipi Mesya
" Ada apa, lihat mata abang." ucap Ray terus terus san.
" Bang." 1 kata yang terucap dari bibir Mesya.
" Iya sayang, jangan bikin abang khawatir sayang." ucap Ray dengan wajah sedih.
Ray yang melihat itu langsung mengambil benda yang di pegang oleh Mesya.
" Sa....sayang." ucap Ray dengan bibir bergetar.
__ADS_1
" Iya bang." jawab Mesya yang mengerti dari tatapn sang suami.
" Alhamdulilah." ucap Ray yabg terus menciumi wajah Mesya secara bertubi tubi
" Terima kasih sayang." lanjut Ray
Mereka berdua menangis bersama, rasa khawatir yang Ray rasa tadi menguap begitu saja dan menjadi rasa bahagia yang membuncah, sudah lama ia menanti ini, kehadiran seorang anak sejak ia menikah, dulu ia sempat menerima Fina tapi setelah hati nya siap menerima, ternyata istri nya saat itu telah mengandung, bahkan mengandung anak laki laki lain, rasa yang telah ia tetap kan akan menerima Fina hancur seketika, rasa ingin marah, kecewa dan ingin meninggalkan Fina saat itu pernah terbesit di fikiran dan hati nya, laki laki mana yang akan kuat menerima itu semua, namun setelah berbicara dari hati ke hati, Ray merasakan iba, bagaimana pun juga ia ikut andil dalam permasalahan yang Fina rasakan saat ini, sejak itu Ray berjanji pada diri nya, kalau ia akan menerima anak yang di kandung oleh Fina ada anak nya, meskipun bukan anak biologis nya, Ray tidak mau merasakan rasa bersalah pada Fina terus menerus, dengan menerima anak yang Fina kandung, setidak nya Ray mengurangi rasa bersalah nya.
" Sayang kita sholat dulu yuk, ini saat kita mengucapkan rasa syukur pada Allah sayang, Allah sangat begitu sayang kepada kita saat ini." ucap Ray dan dapat anggukan kepala dari Mesya.
Ray bangun dan menuntun istri nya untuk mengambil air wudhu, lalu Ray menyiapkan keperluan mereka untuk sholat.
Ray tidak mengijinkan Mesya melakukan apa pun, cukup duduk di tempat tidur saja.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...