CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

1 bulan setelah Ray dan Mesya pulang dari Surabaya, Ovi dan Wildan menggelar pernikahan, Adit dan Yeni juga sudah menikah.


Pesta Wildan dan Ovi di buat sederhana, karena mereka berdua tidak mau mewah alasan nya adalah, dari pada uang nya untuk sewa ini itu lebih baik di gunakan sebaik nya.


Semua setuju dengan ide itu, Tio dan Nova 2 minggu lagi juga akan menggelar pernikahan mereka.


Di tempat lain, ternyata Siska lagi hamil, Adam begitu senang, karena apa yang sudah di diagnosa oleh dokter ternyata tidak benar, di kelurga Adam sangat antusias dengan ada nya calon anggota baru di keluarga nya.


🥀🥀🥀


4 tahun kemudian, seorang anak kecil berlari pulang ke rumah dengan badan penuh lumpur, wajah dan rambut nya sudah berwarna cokelat


" Bunda bunda bunnnnnn." teriak nya bergema memanggil sang bunda.


" Astagfirullah... Arion." Mesya berkacak pinggang melihat Arion pulang dengan badan penuh lumpur.


Mata Arion menatap Mesya dengan perasaan bersalah.


" Apa yang terjadi." Tanya Mesya sambil membawa Arion menuju halaman samping untuk memberiskan lumpur yang berada di badan Arion.


" Pelang lumpul." Jawab Arion.


" Bukan pelang lumpul tapi perang lumpur." Ucap Mesya memperbaiki cara pengucapan Arion.

__ADS_1


" Sama siapa perang lumpur nya." Tanya Mesya lagi.


" Anak olang." Jawab Arion.


" Orang, bukan olang." Ucap Mesya cukup sabar mengajari Arion.


" Jangan main dengan lumpur lagi ya, nanti ada cacing, Arion takut kan sama cacing." Tanya Mesya pada Arion. Yang sedari kecil sangat suka dengan binatang.


" Tidak bun." Arion memasukkan tangan nya ke dalam saku celana nya dan mengeluarkan sesuatu.


" Ini." Arion memberikan pada bunda nya.


" Awwww." Mesya berteriak dengan suara yang keras dan loncat loncat kegelian.


" Ada apa ini, ada apa." Tanya bik Ida dan Tia, berlari mendengar suara Mesya yang berteriak histeris.


" Lihat tangan Arion." Ucap Mesya.


Bik Ida dan Tia melihat ke arah tangan Arion begitu melihat cacing tanang yang besar ada di tangan Arion, bik Ida dan Tia juga bergidik kegelian, di tangan Ario ada beberapa cacing tanah yang cukup besar menggeliat.


" Buang." Ucap bunda.


" Jangan bun cacing sakit sekarang." Kata Arion sambil meletakkan cacing di atas piring yang tidak terpakai

__ADS_1


" Aduh Den Arion, cacing nya biarkan saja, kalau yang sakit manusia baru kita obatin." Ucap bik Ida.


" Ada apa?." Tanya Nova sampai Bunda kok sampai rumah." Lanjut Nova.


Sekarang Nova, Ovi dan Yeni menjadi tetangga Mesya juga, mereka selalu saja ber 4, Siska sebenar nya mau tapi sekarang mereka tinggal di luar kota, untung saja Langit masih di sini karena saat akan pindah Langit di tanya, ia lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ayah dan bunda nya.


" Lihat apa yang di bawa oleh keponakan kamu itu!!!. Seru Mesya. Apa, Arion ganteng, sekarang apa lagi yang di bawa pulang?." Tanya Nova.


" Ini." Arion menunjukkan piring tempat cacing nya yang bergerak ke sana kemari.


" Waduh." Nova langsung kabur menjauh dari Arion.


" Apa itu? Ular." Tanya Nova.


" Cacing mava." Jawab Arion.


" Aduh Arion ganteng, kenapa cacing di bawa pulang, apa di rumah ini kekurangan cacing?." Nova merasa geli melihat cacing tanah yang besar menggeliat.


" Cacing nya sakit mangka nya di bawa pulang sama Arion." Jawab Mesya yang menjawab sama seperti Arion kata kan


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2