
" Mas minta sampai 3 kali, Kayla pegel semua mas." Jawab Kayla
" Itu bukti cinta mas sama adik, menjalankan kewajiban suami memberu nafkah bathin." Sandi mengecuo leher istrinya
" Apa itu mas yang mints, jadi Kayla yang udah melaksanakan kewajiban menyenangkan dan melayani suami." Kayla mencubit hidung Sandi
" Oke, sebagai ucapan terima kasih, mas panggilkan terapis aja, karena mas juga tidak bisa mijitin adik." Sandi melepon ke hotel untuk meminta terapis datang ke kamarnya
" Terima kasih mas." Kayla manjda pada suaminya
" Iya sayang." Sandi memeluk dan mengecup pucuk kepala istrinya
Kemudian terdengar ketukan pintu dan Sandi bergegas membukanya
" Silahkan masuk bu." Datang seorang terapis perempuan setengah baya dan di persilahkna masuk oleh Sandi
" Terima kasih pak, permisi bu."
" Iya silahkan masuk, dengan ibu siapa." Kayla menyalaminya
" Ibu Sari, maaf yang mau terapis bapak atau ibu?." Tanya bu Sari
" Istri saya bu, saya tidak usah." Sandi duduk di sofa
" Mari silahkan bu, silahkan ganti baju dulu." Bu Sari memberikan selembar kain untuk di pakai oleh Kalya saat terapi
" Baik bu, panggil saya mbak saja masih muda." Sambil berlalu ke kamar mandi, Sandi hanya tersenyum mendengarnya
" Baik mbak, tapi tidak enak juga, tidak sopan." Jawab Bu Sari
" Tidak apa-apa bu, istri saya masih muda kok." Ucap Sandi
" Baik pak."
__ADS_1
Kayla pun keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian menggunakan kemben
" Gini pakainya ya bu?." Tanya Kayla
" Iya bu, eh maaf mbak."
" Hehehe... cantik tidak mas." Bergaya di depan suaminya
" Cantik dong istri mas," Sandi tersenyum sambil menelan saliva
" Kalau tidak ada orang sudah mas makan kamu sayang." Lanjut Sandi di dalam hatinya
" Silahkan mbak, tiduran terlungkup dulu ya."
" Baik bu."
Bu Sari mulai melakykan terapi dengan memijit di bagian-bagian syaraf tertentu untuk merilekskan otot yang kencang
" Mas mau kemana?." Tanya Kayla sambil memandang ke arah suaminya
" Keluar sebentar sayang. bye, Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam mas."
Sandi meninggalkan Kayla yang masih melakukan terapi di dalam kamar
" Maaf apa mbak yang menikah 2 haru yang lalu di sini ya?." Tanya bu Sari
" Iya bu, kok ibu tahu?."
" Tahu mbak, kemarin juga habis terapi dari kamar sebelah seorang ibu-ibu."
" Mungkin mama mertua saya bu."
__ADS_1
" Ya namanya bu Ningsih katanya habis melaksanakan pernikahan anaknya disini."
" Iya bu, itu mama mertua saya."
" Orangnya baik banget mbak."
" Iya bu, memang mertua saya orangnya baik banget, tadi suami saya juga baik banget orangnya."
" Iya mbak, suami mbak itu gabteng sering jadi pembicaraan itu karyawan disini."
" Masa' sih bu?."
" Iya mbak, katanya pengantin laki-lski nya ganteng tapi sayang sudah milik orang, istrinya juga cantik, serasi bikin iri, gitu mbak."
" Oh ya bu, hehehehhe.... jadi tidak enak saya bu."
" Suami mbak gagah gitu, pantes ya mbak sampai kecapean kayak gini, eh.... maaf mbak saya asal bicara saja."
" Tidak apa-apa bu, saya kecapekan aja sejak seminggu sebelum menikah sudah sobuk." Alibi Kayla
" Iya emang, emang menikah itu butuh lama persiapan mbak."
" Iya bu,."
" Sudah kewajiban seorang istri mbak berbakti kepada suami."
" Iya bu, saya menyadari itu, huammm....."
" Tidur saja mbak, tidak apa-apa nanti kalau udah selesai saya bangunin."
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1