
Sandi yang awalnya sudah berhasrat sudah tidak mampu dengan permainan istrinya, mereka berdua seperti orang yang saling membutuhkan, Kayla terus memainkan pinggulnya dengan sangat hebat, membuat Sandi mengerang tidak karuan, tidak hanya Kayla yang mendesah tapi Sandi pun ikut mendesah, Sandi tidak mau kalau istrinya lelah, Akhirnya Sandi kembali yang memimpin kegitan mereka, hampir satu setengah jam
" Ah .... mas.... adik sudah tidak tahan mas..." Ucap Kayla
" Iya sayang tunggu sebentar ya mas sudah mau. ahhhhh....." Sandi mengluarkan lahar panas yag begitu banyak ke dalam rahim istrinya,
Setelah itu Sandi tumbang di samping tubuh istrinya dan mencium istrinya dan mengucapkan doa di ubun-ubun sang istri
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh dan Sholehah)
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
Keesokan harinya Sandi sudah bersiap-siap untuk menemui abang iparnya, dia merasa sudah siap andaikan nanti dia dapat bogem mentah dari kedua abang iparnya karena telah lalai menjaga istrinya, karena di keluarga Pamungkas, seorang wanita selalu mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, semua perempuan di keluarga Pamungkas mempunyai jiwa yang sangat lembut, tapi ada nilai plusnya kedua menantunya yaitu Aisyah dan Bianca, mereka berdua bisa bela diri, sedangkan Kayla dan Mesya tidak bisa, buktinya saja tidak akan ada yang berani mengusik kehidupan mereka, kalau pun ada yang mengganggu siap-siap saja kalau mereka akan hidup menjadi gelandangan, tapi semua laki-laki yang berada di sana pasti tidak akan membicarakan hal yang kurang baik di hadapan para perempuan.
Sebenarnya mereka tidak mau menjadi jahat, tapi jangan berharap bisa lepas begitu saja dari keluarga Pamungkas kalau mereka sudah nengusik ketenangan keluarga ini, apa lagi sekarang keluarga Wibowo akan langsung berhadapan dengan 3 perusahan langsung yang sangat besar memiliki saham di perusahaan Wibowo,
" Pak Liannya apa ada?."
" Silahkan pak, pak Lian dan pak Juna sudah ada di dalam dan sedang menunggu bapak."
" Terima kasih mbak." Sandi melangkahkan kakinya menuju ruangnya Lian
" Masuk."
" Assalamualaikum bang."
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam." Jawab Lian dan Juna
" Duduk dek." ucap Juna
" Iya bang." mereka bertiga duduk di sofa biar lebih enak kalau berbicara, sambil menunggu minuman yang sudah di pesan, mereka bertiga mengobrol tentang keluarga serta perusahaannya, tapi masih belum membahas permasalahan yang Kayla hadapi
Setelah minuman sudah datang mereka sudah mulai membahas tentang Kayla
" Ehem." Juna berdehem
" Dek, maaf sebelumnya, sebenarnya ini bukan rana abang berdua, tapi kami berdua merasa tersinggung atas ucapan istri dari pak Sigit Wibowo, kami tidak mau berbicara tanpa bukti, sebenarnya kami kaget setelah kita bertemu kemarin, di perjalanan Bianca berbicara pada kami, Bianca sama Aisyah sebenarnya ingin memberi pelajaran kepada Nyonya Evi Wibowo, berhubung Kayla sudah mempunyai suami dan mama kamu juga membela Kayla mati-matian istri kami tidak jadi, Bianca dan Aisyah hanya merekam kejadian itu, setelah kami melihat itu kami sangat geram," Juna berbicara sambil memberi semua bukti yang sudah terekam pada ponsel Bianca
Sandi kemarin yang hanya mendengar cerita dari Kayla saja sudah geram apa lagi sekarang, Sandi melihat sendiri kejadian itu walaupun hanya sekedar rekaman dari istri abang iparnya, pantas saja kemarin bang Lian langsung menelpon dirinya.
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...