
" Kamu dan Sandi sudah makan?." Tanya papa yang duduk di sebelah sofa yang Sandi tiduri
" Sudah pa, tapi kenapa ya Kayla setelah melahirkan mudah sekali lapar? ini saja Kayla sudah makan 2x ma pa, mas Sandi baru sekali."
" Kamu itu lagi menyusui nak, jadi kamu mudah lapar, kalau kamu lapar segera makan ya agar ASI nya juga lancar, kasihan mereka kalau ASI nya tidak lancar dan sering-sering makan sayur nak, agar ada seratnya." Jawab mama
" Iya ma."
Mereka bertiga berbicara cukup lama, tidak terasa hampir 45 menit, Sandi terbangun dan kaget kalau di ruangan ini ada kedua orang tuanya
" Lho mama papa." Ucap Sandi sambil duduk dan merapikan bajunya
" Sudah bangun nak, kalau masih ngantuk tidur saja." Ucap papa
" Sudah tidak pa, sudah enakan kok,"
" Ya sudah sana mandi San, bau itu kamu, apa kamu tidak mau sama anak-anak kamu yang sudah ganteng dan cantik ini." Ucap mama
__ADS_1
" Iya ma, tapi Sandi lupa tidak bawa baju ganti."
" Paper bag di meja itu baju kamu, tadi mama bawa sekalian pas kesini." Jawab mama
" Iya ma, terima kasih ma."
Sandi berdiri dan mengambil isi paper bag yang ada di depannya, Sandi berlalu ke kamar mandi, tapi sebelum ke kamar mandi Sandi membelokkkan langkahnya menuju kedua anaknya tapi di larang oleh mama
" Mandi dulu sana San, bau itu kamu,"
" Iya iya ma,, cium sedikit saja ma." Ucap Sandi sambil memelas, karena gemes banget lihat kedua anak-anaknya itu sedang menatap ke Sandi dengan mata berkedip-kedip
" Maaf ya ma, malah mama yang meladeni mas Sandi." Ucap Kayla merasa bersalah pada mama
" Kamu iti nak, seperti sama siapa saja sih, mama itu juga mamanya Sandi, Kami pun tahu kondisi kamu sekarang, dan mama juga tidak keberatan kok untuk meladeni suami kamu."
" Terima kasih ya ma."
__ADS_1
" Sama-sama nak, kamu juga kalau perlu apa-apa jangan sungkan sama mama dan papa, anggap seperti mommy dan daddy kamu, mama dan papa akan selalu ada buat anak-anaknya."
" Iya nak, benar apa yang di ucapkan oleh mama kamu, jangan sungkan sama mama dan papa."
" Iya ma pa."
Zafran dan Syifa tidak sedikit pun menangis, meskipun matanya terbuka mereka sangat nyaman dengan posisinya, Sandi meletakkan Zafran dan Syifa di atas meja yang sudah di beri kasur sama mama, agar lebih enak dari pada di box bayi, Sandi melantukan Sholawat-Sholawat kepada kedua anaknya, setiap Sandi berhenti melantunkan Sholawatnya, kedua anaknya bergerak seperti mau menangis, mereka sepertinya mengerti apa yang di lantunkan oleh ayah mereka,
" San, sepertinya mereka tidak mau kalau kamu berhenti Sholawat nak." Ucap papa
" Iya pa, mereka tahu kalau suara ayahnya otu merdu sekali."
" Bukan suara kamu San, tapi Sholawatnya." Mama ikut menimpali di posisinya yang dekat dengan Kayla
" Iya ya ma, Sandi nyerah deh kalau sudah berurusan dengan wanita." Ucap Sandi sambil melanjutkan Sholawatnya di depan kedua anaknya
Mama dan Kayla hanya tersenyum saat Sandi menjawab seperti itu
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...