
" Ahhh." Desahan Ais
Juna yang mendengar itu langsung melihat mata Ais yang sudah dilingkupi gairah, Juna berpindah menjelajahi leher Ais dan meninggalkan banyak jejak di leher Ais, Juna yang sudah On Fire langsung membuka baju Ais, disaat baju Ais sudah terbuka semuanya, tangan Juna langsung masuk dan memainkan Squihsy dengan lembut sambil Juna menikmati squishy satunya, Ais bener-benar terbuai oleh sentuhan yang di buat oleh Juna, dan Juna mencium kening Ais.
" Tidur yuk Dek, abang tidak mau ganggu adik." Juna membaringkan tubuhnya lalu memeluk Ais, sedangkan Ais sudah sangat malu, karena dia tadi sempat mendesah. Ais tidur dalam pelukan hangat suaminya
" Apa abang tidak mau meminta hak abang, adik tidak apa-apa bang, adik siap kok? Tanya Ais
" Abang akan menuaikannya saat adik sudah lulus sekolah, sekarang adik tidur ya." Jawab Juna
Keesokan harinya setelah Juna dan Dani selesai meeting mereka berdua lagi makan siang di restoran.
" Dan," Panggi Juna
" Iya pak."
" Dan kamu ada saran beli rumah dimana? tidak usah besar, cukup yang sederhana saja Dan."
" Bapak cari di daerah mana? Oya iya pak, daerah deket rumah bapak ada perum baru, kemarin saya lihat brosurnya, kalau saya lihat model rumahnya seperti yang bapak bilang tadi,
" Sebelah mana Dan?."
__ADS_1
" Itu pak, dari lampu merah kalau kerumah bapak kan ke kanan, bapak belok kiri, dari belokan tidak jauh kok pak, namanya Bukit Permai." Jelas Dani
" Terima kasih Dan, sepulang dari sini, biar saya lihat kesana, kamu langsung pulang saja ya."
" Apa nanti saya antarkan bapak ke tempat itu dulu pak?." Tawar Dani
" Tidak usah Dan, rumah kamu kan berlawanan arah, biar nanti saya sekalian pulang mampir kesana dulu." Jawab Juna
" Baik pak."
Setelah mereka makan, mereka berdua berpisah di area parkir, Juna pulang dengan mengendarai mobik sedangkan Dani pulang dengan taxi online
" Permisi pak."
" Begini pak," Juna menceritakan apa yang dia inginkan kepada bagian pemasaran perumahan disana
" Baik pak, setelah saya mendengar apa yang bapak inginkan, saya mempunyai 2 type rumah yang seperti bapak inginkan, ini pak contohnya." orang tersebut menyerahkan type rumah itu pada Juna, dan Juna mengamati secara teliti, dan Juna menjatuhkan pilihannya pada 1 rumah yang tidak besar dan tidak kecil, cukup untuk dia tempati bersama Ais dan bapak
Setelah menandatangi surat jual beli Juna pulang, dan dalam pembicaraan tadi Kalau rumahnya akan selesai tepat usia pernikahannya 1 bulan, jadi akan selesai sekitar 2 minggu lagi dan Juna akan memberi kejutan pada sang istri.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Hari berganti hari di lalui oleh Keluarga Pamungkas dengan bahagia, tepat malam harinya Juna ingin menyampaikan kalau dia akan pindah rumah kepada keluarga besarnya
Juna yang melihat Oppa Omma Daddy dan Mommy lagi duduk ber 4 di gazebo taman, langsung menghampirinya
" Malam semuanya."
" Malam nak, tumben kamu belum tidur?." Tanya Mommy
" Ada yang mau abang sampaikan pada Oppa Omma Daddy dan Mommy."
" Apa bang?." Tanya Daddy
" Emm begini Dad..." Juna nampak berfikir bagaimana caranya untuk meminta izin pada mereka, agar dalam ucapannya tidak menyinggung perasaan mereka dan membuat mereka kecewa
" Bilang aja bang,
🌷🌷🌷
***Stay terus ya Kak,
Kak ayo dong kasih Coment kalian, biar membuat Authornya punya tambahan ide buat cerita ini
__ADS_1
Happy Reading ❤***