
" Syad ada satu hal yang ingin gue sampaein ke loe." Ucap Ikbal dengan suara pelannya
" Iya setelah loe sembuh, buruan sembuh deh, nanti loe bisa curhat semua yang ada di dalam hati loe ke gue, sekarang loe istirahat ya biar cepet sembuh." Ucap Irsyad
" Bukan Syad, rasanya sakit gue yang sekarang akan sembuh." Ucap Ikbal
" Hussttt... janhan mendahului kehendak Allah, pamali tau." Ucap Irsyad, sebenarnya fikirannya sudah tidak karuan,
Di dalam fikiran Irsyad sudah dipenuhi hal-hal yang tidak di kehendaki, tadi di saat di ruangannya semua dokter yang menangani Ikbal angkat tangan, Irsyad sendiri pun begitu setelah memeriksa dan melihat dari laporan teman-temannya yang menangani Ikbal, tapi Irsyad selalu menepisnya, dia tidak mau kehilangan sahabat terbaiknya itu
Ikbal menyerahkan sebuah amplop cokelat kepada Irsyad yang tadi di berikan oleh mamanya
" Apa ini Bal?." Tanya Irsyad setelah menerima amplop cokelat tersebut
" Gue percaya sama loe Syad, loe sahabat terbaik gue." Ucap Ikbal
__ADS_1
Dengan rasa penasarannya Iesyad mencoba membuka amplop cokelat tersebut namun Ikbal mencegahnya
" Itu bukan buat loe Syad." Ucap Ikbal
" Lha kalau bukan buat gue, terus buat siapa, kenapa gak loe kasihkan ke orangnya langsung Bal."
" Itu buat Sindi, gue titip ya ke loe, nanti loe kasihkan ke Sindi, gue harap loe tidak membukanya, gue tidak mau kasihkan ini langsung ke Sindi Sayd, karena gue tidak mau Sindi melihat kondisi gue seperti ini, gue percaya kalau loe bisa menjaga amanah dari gue." Ucap Ikbal sambil menahan rasa sakit di dadanya yang mulai terasa lagi
" Gue gak mau, loe aja yang kasihkan sendiri ke Sindi." Ucap Irsyad sambil mengembalikan amplop cokelat itu pada Ikbal,
" Tolong Syad, tolong aku, mungkin ini permintaan gue yang terakhir kepada loe, maafkan gue kalau selama ini gue selalu buat loe susah, sampai beasiswa loe yang ke luar negri saja loe abaikan demi gue, loe sahabat terbaik gue Syad, gue sudah menganggap loe sebagai adik gue Syad meskipun umur kita hanya terpaut 2 bulan saja,"
" Loe itu ngomong apa, loe tidak pernah buat gue susah, loe juga abang gue Bal,."
" Arghhh....." Ikbal menyentuh dadanya menunjukkan bagian yang sedang sakit
__ADS_1
Irsyad yang melihat Ikbal kesakitan berinisiatif memanggilkan semua dokter yang menangani Ikbal, tapi langkahnys di tahan oleh Ikbal
" Syad gue nitip Sindi dan anak gue sama loe, gue percaya sama loe kalau loe bisa jaga Sindi dan anak gue."
" Loe ngomong apa sih? loe pasti sembuh, gue yakin loe itu kuat."
Lagi-lagi Irsyad melihat Ikbal menahan rasa sakitnya, tapi saja Ikbal banyak bicara, membuat Irsyad semakin khawatir
" Syad gue minta loe, tolong nikahin Sindi, dan jaga anak gue ya." Pinta Ikbal
" Gue mohon sama loe Syad..." Ikbal menggenggam tangan sahabatnya, air matanya mulai mengalir, Ikbal tidak dapat berkata dengan baik lagi
" Nikahin Sindi, jaga mereka untuk gue, gue yakin loe bisa buat mereka bahagia Syad, gue yakin 100% loe bisa bahagiain mereka, anggaplah anakku juga anak loe ya, gue tau loe belum kekasih kan." Ucap Ikbal dengan nafas tersengal-sengal
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued ❤️...