
" Apa yang kamu makan semalam hm? sampai sikapmu sungguh aneh sekali." Ucap mama melepas pelukan putrinya sambil pergi meninggalkan Sindi
Hari itu Sindi benar-benar tidak ada niat untuk pergi kuliah, dia lebih memilih untuk bermalas-malasan di rumah, beberapa kali ia melihat ke layar ponsel miliknya, tapi tidak ada satu pun pesan dari Ikbal. dengan rasa kesal Sindi memutuskan untuk membantu mamanya membersihkan rumah.
Di RS beberapa orang masih tidak beranjak dari duduknya, mereka masih dengah setia menanti kabar baik dari dalam ruangan ICU, di saat di nyatakan kritis Ikbal langsung di pindahkan ke ruang ICU
...🌷🌷🌷...
Di ruangan Bianca semuanya berada disana, ruang itu terasa sangat sempit jadi para laki-laki keluar termaksud Lian, di dalam para perempuan dengan bergantian menggendong gadis cantik itu, Bianca sangat senang karena dia dan putri kecilnya di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya,
__ADS_1
" Bi siapa namanya?." Tanya mommy
" Alina Ciara Pamungkas." Jawab Bianca
" Masya Allah cantik sekali seperti kamu nak." Ucap mama Bianca,
" Panggilannya Ara." lanjut Bianca
1 jam kemudian Sandi melihat jam tangan yang melingkar di tangannya karena Sandi dan Kayla akan memeriksakan kandungan istrinya ke dokter, Sandi dan Kayla ijin undur diri dulu dari ruangan kakak iparnya itu, mereka berdua menuju ke ruangan dokter kandungan, sebelum berkunjung ke kakak iparnya Sandi sudah membuat janji dengan dokter kandungan pada waktu setelah makan siang, jenis kelamin dari kedua janin yang ada di dalam perut Kayla menurut dokter berjenis kelamin sepasang, berarti janin yang di kandung Kayla adalah laki-laki dan perempuan, itu artinya Sandi lengkap sudah memiliki dua anak, di tambah lagi dengan anak pertamanya Cio, Sandi yakin kalau Cio akan tumbuh menjadi seorang laki-laki yang tampan dan cerdas
__ADS_1
Cio kini sudah bersekolah, kemarin saat kandungan Kayla masih kecil Sandi masih membiarkan Kayla untuk mengantar Cio ke sekolahnya bersama sopir, tetapi kini kandungan Kayla semakin membesar, Sandi tidak memperbolehkan lagi untuk mengantar Cio ke sekolah, jika tidak ada janji yang sangat penting di pagi hari, namun jika Sandi sibuk maka yang akan mengantarkan adalah omma dan oppanya serta sopir
Sandi dan Kayla semakin hari, semakin mesra apalagi menjelang kelahiran putra dan putri mereka, Sandi terkadang kalau pagi mengajak Kayla untuk berjalan santai di keliling komplek karena kata dokter jalan kaki pagi hari bagi ibu hamil sangat bagus sekali
Sandi dengan sabar selalu mengikuti mood istrinya yang kadang masih suka berubah walau pun kandunganya sudah memasuki trisemester ke tiga, mungkin memang bawaan bayinya yang selalu ingin manja dengan ayahnya
Sandi selalu menuruti apapun keinginan istrinya, jika Kayla tidak mengizinkannya untuk pergi ke kantor dia tidak akan pergi dan Riko yang akan menanggung pekerjaab yang lebih karena bosnya tidak ke kantor, untung Riko orangnya cekatan dan bisa di andalkan jadi pekerjaan Sandi selalu beres jika di tangan dirinya
Sandi juga tidak segan-segan memberi bonus lebih kepada Riko, walau pun kadang harus sering kena semprot Sandi
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...