
Hari yang di tunggu pun datang , di kediaman keluarga Pak Adam dan bu Safitri sudah ramai di kunjungi para tamu undangan, acara demi acara telah di lewati dengan baik, sekarang acara syukuran sudah selesai, hanya meninggalkan keluarga tuan rumah dan keluarga Pamungkas
" Selamat ya Kak, putra kakak sudah berkumpul." Ucap Bagas
" Iya Gas, aku seneng banget bertahun-tahun akhirnya berkumpul juga," Jawab Pak Adam
" Lian, ada yang mau gue sampaein sama lo." Ucap Adit
" Apa Dit?." Tanya Lian
" Mulai senin besok gue sudah tidak bisa temenin lo yan, gue di di kasih amanah sama ayah untuk memimpin salah satu perusahaannya yan." jawab Adit
" Ok gak pa-pa bro, gue harap lo gak lupain perjuangan kita." Ucap Lian
" Gak mungkin lah." Jawab Adit
🌹🌹🌹
__ADS_1
Hari senin ke 4 putra pak Adam kembali ke tempat dimana mereka bekerja, Bianca menangis tersedu-sedu melihat akan di tinggal oleh kakak-kakaknya.
" Dek jangan nangis dong, gak malu apa kamu sama Sarah?." Tanya Aji
" Ih kakak, Sarah pasti ngerti kok perasaan Bianca."
" Iya iya, sekarang kami lega dek, disini selain ada ayah juga ada Adit, Adit sekarang pasti selalu ada buat kamu, Sarah kamu minta ajarin Bianca ya, dia jago bela diri." Ucap Aji
" Benar kak?." Tanya Sarah pada Bianca
" Ah kamu di boongin tuh sama kak Aji." Jawab Bianca
Setelah Aji yang berpamitan sekarang giliran Sholeh dan Alex yang berpamitan, Bianca terus menangis di pelukan kedua kakak mereka, sekarang hanya tinggal Candra yang belum berangkat, 30 menit kemudian giliran Candra yang berangkat
" Dit gue percaya ama kamu, tolong jaga mereka semua buat kita ya," ucap Candra
" Pasti kak, pasti tanpa kakak minta, sudah otomatis aku akan menjaga mereka dengan nyawaku kak." jawab Adit
__ADS_1
" Kalau ada apa-apa segera hubungi kami, kamu hati-hati dalam memilih clien ya, banyak pengusaha yang ingin menjatuhkan ayah, kita sebagai anak harus bisa menjaga apa yang di amanahkan ayah pada kita." Ucaop Candra dengan mewanti-wanti pada Adit
" Siap kak."
Candra menepuk bahu Adit lalu berpamitan pada yang lainnya juga, setelah kepergian ke 4 putranya keluarga pak Adam kembali kerumahnya, kecuali pak Adam dan Adit, mereka berdua kembali ke kantor yang akan di pimpin oleh Adit, untuk 1 minggu ini pak Adam masih membantu Adit untuk mengelola perusahaannya, pak Adam tidak pilih-pilih terhadap anak-anaknya, semua putranya di didik menjadi laki-laki yang bertanggung, tegas dan penuh wibawa, membuat musuh takut duluan sebelum berhadapan sama mereka
Jam menunjukan pukul 12 siang, mereka berdua berhenti beraktifitas karena mendengar suara Adzan Dhuhur yang sudah berkumandang,
" Ayah disini apa ada masjid?." Tanya Adit
" Ada nak, ada di lantai 10, apa kamu tidak mau sholat di ruangan pribadi kamu?." Tanya pak Adam
" Tidak yah, laki-laki di wajibkan untuk melaksanakan sholat di masjid, apa ayah ingin sholat di masjid atau di ruangan ini?." tanya balik Adit
Pak Adam yang malu sama ucapan Adit langsung menjawab." Ayah ikut kamu nak, mari kita sholat." Jawab pak Adam
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...... To be continued......