
"Ada apa bang, tolong katakan saja, jika itu baik aku akan menurut saja dengan abang." Ucap Sindi dengan hati hati, padahal ia sendiri masih takut, ia sangat penasaran apa yang ingin ia ketahui nya.
Irsyad mulai menggaruk tengku nya yang sebenar nya sama sekali tidak gatal, ia juga menggenggam erat ke dua tangan istri nya.
"Mereka hanya ingin bertemu dengan Omar, mereka tidak akan mengambil Omar dari kita...." Irsyad belum selesai berkata Sindi dengan secepat kilat menarik tangan nya dari genggaman Irsyad, Irsyad bisa melihat kemarahan di wajah nya, beberapa kali Sindi menarik dalam dalam nafas nya.
"Abang fikir abang siapa bang, berbuat semau abang, abang membantu ku merawat nya, membiayai kehidupan nya tapi tetap dia anak ku bang, abang tidak bisa memperlakukan dia seperti ini, aku mami nya, aku yang melahirkan nya hanya aku yang berhak, abang tidak." Jawab Sindi meluap luap.
"Sayang abang mohon jangan seperti ini, jelas dia juga anak abang, abang juga menyayangi nya, sama seperti abang menyayangi Zhifa, abang tidak pernah memperlakukan mereka berbeda. Kamu dan anak anak, kalian ber tiga sangat lah berarti bagi abang, abang mohon jangan salah paham terhadap abang." Ucap Irsyad.
Irsyad mencoba menarik kembali tangan Sindi, tapi Sindi menolak nya, bisa Irsyad lihat dengan jelas air mata yang mengalir melalui mata bening istri nya yang kini terlihat mulai memerah, sungguh kenyataan Irsyad merasa sangat bersalah telah membuat wanita yang amat ia cintai itu menangis.
__ADS_1
"Lepaskan aku bang, aky tidak tahu apa lagu isi kepala abang, tega sekaki kamu bang, ingin membuat ku terpisah dari anak ku, hiks...hiks...hiks.." Sindi terus menangis
"Abang tidak akan melepaskan mu Sindi, dengar kan abang sayang." Irsyad memaksa memeluk Sindi tapi Sindi terus berusaha memberontak dalam dekapan suami nya.
"Dengarkan abang, mereka sudah berjanji pada abang, kalau tidak akan membawa Omar bersama nya, mereka hanya rindu pada Ikbal, sebagai mama apa kamu tidak bisa merasakan betapa kasihan nya mereka, mereka merindukan anak nya yang tidak akan pernah kembali , mereka hanya bisa menemui nisan anak nya, tanpa bisa lagi menyentuh nya, sedangkan kita, kita bisa setiap saat, setiap waktu bisa memeluk anak anak kita, melihat nya setiap saat, beri mereka kesempatan sayang. Ucap Irsyad dengan hati hati agar Sindi bisa meredam emosi nya.
"Hiks...hiks..hiks..." Mendengar penjelasan suami nya, Sindi justru semakin terisak dalam pelukan suami nya, kini ia tidak lagi melawan, pelukan Irsyad justru membuat Sindi memeluk suami nya dengan salam.
Masih terus terisak dalam pelukkan Irsyad. Sindi mencoba memikir kan apa yang Irsyad katakan.
Tapi di lubuk hati nya Sindi sangat takut jika suatu saat Omar akan di ambil oleh keluarga Ikbal, bagaimana juga Omar adalah darah daging mereka.
__ADS_1
Mungkin saja mereka ingin membuat Omar tinggal bersama mereka untuk menggantikan Ikbal yang sudah tiada.
"Percayalah, kita hanya perlu mencoba untuk mempertemukan mereka, jika mereka melakukan hal yang tidak kita inginkan dan membawa nya pergi, abang janji akan membawa kasus nya ke pengadilan dan akan membawa kembali anak kita sayang....
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...