CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 105


__ADS_3

" Iya pa, Juna yang bukan anak kandung saja juga mendapat kasih sayang yang sama dengan ke 4 anak Tika dan kak Bagas, mama sungguh kagum sama mereka berdua pa, semoga kita bisa ya pa seperti mereka." Ucap Citra


" Iya ma, papa ingin berterima kasih kepada mereka serta mama dan papa Bagas, mereka sudah merelakan anak laki-laki kebanggana keluarga mereka menikahi putri kita yang sangat jauh dari kriteria menantu mereka dan mau menerima anak yang jelas-jelas bukan cucu mereka." Jawab Angga


" Iya pa, kita harus segera kesana untuk ini semua, keluarga Pamungkas sungguh mempunyai hati yang sangat luar biasa mulia." Jawab Citra


Angga dan Citra terus melanjutkan perbincangan mereka berdua

__ADS_1


Di kamar Sindi dan Irsyad mereka berdua tertidur dengan nyenyak, tidak ada dari mereja mempunyai niat untuk melepaskan, tepat pukul 02.30 dini hari Irsyad terbangun, begitu oun dengan Sindi, mereka melaksankan sholat Tahajud berlanjut membaca ayat-ayat suci Al Qur'an sampai menjelang adzan subuh berkumandang, setelah sholat subuh Irsyad mengajak Sindi untuk jalan-jalan pagi di sekitar kompleks perumahan mama Citra dan papa Angga, sedangkan mama Citra di bantu dengan Naya menyiapkan sarapan pagi


Irsyad dan Sindi terus berjalan sambil bercerita, entah apa yang di ceritakan, mereka berdua terus tertawa di sepanjang jalan


" Ya Allah apa benar laki-laki di samping hamba ini adalah suami hamba, laki-laki yang sedari dulu sudah aku anggap sebagai abang sendiri karena aku tidak memiliki abang, laki-laki yang sejak aku kecil selalu melindungi aku, dimana pun kami berada dan di saat kami bermain bersama, apa benar ini adalah takdir yang harus aku jalani, memang sudah beberapa bulan ini kami menjalani hidup berumah tangga, hidup di satu atap, hidup di satu kamar bahkan tidur di satu tempat tidur, jujur sudah ada cinta di hati ku buat bang Irsyad, rasa yang sama seperti saat aku bersama mas Ikbal dulu tapi jujur ada yang aku takut kan, aku takut kalau bang Irsyad hanya menganggap aku sebagai adik saja, aku takut kalau sewaktu-waktu bang Irsyad meninggalkan aku, disaat anak yang aku kandung lahir di dunia nanti, aku takut kalau cinta pertama bang akan datang dan merebut posisi ku sebagai istri bang Irsyad yang sah di mata Agama dan Negara, Ya Allah berilah petunjuk Mu, agar aku bisa memantapkan hati ini Ya Allah, kalau memang bang Irsyad adalah jodoh yang kamu kirim kan aku sungguh sangat bahagia, tapi sebalik nya, kalau bang Irsyad bukan jodoh ku, berilah petunjuk Mu Ya Allah, aku tidak mau merebut kebahagian perempuan lain, Insya Allah aku akan menerima kalau memang bang Irsyad bukan lah takdir ku." Ucap Sindi di dalam hati sambil terus berjalan di samping Irsyad


" Sin,." Panggil seseorang yang dari jauh saat mereka berdua sudah sampai di taman dekat perumahan itu.

__ADS_1


" Apa kamu lupa Sin, sama aku?." Ucap orang tersebut


" Maaf." Satu kata yang keluar dari bibir Sindi


" Emm, tidak apa-apa kalau kamu lupa sama aku, tapi aku selalu ingat sama kamu Sin." Ucap orang tersebut yang sekarang ada di samping sebelah kiri Sindi tanpa melihat Irsyad yang bersada tepat di samping kanan Sindi


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


__ADS_2