
" Abang di angkat oleh Mommy dan Daddy saat usia abang 3 tahun, disaat Mommy dan Daddy berkunjung ke panti asuhan dimana abang tinggal, untuk pertama kalinya abang senang sekali, abang tidak mau lepas dari dekapan Mommy, sampai saat Mommy dan Daddy pulang, Abang tidak mau turun dari gendongan Mommy, abang minta tinggal sama Mommy dan Daddy, untungnya panti asuhan itu adalag milik Omma jadi dengan mudah abang pulang dengan Mommy dan Daddy.
Juna menceritakan semuanya kepada Ais sampai menitikan air matanya, dimana saat Juna menceritakan kesedihan Mommy merawat Daddy berbulan-bulan mulai dari Daddy belum sadar, dinyatakan tidak bisa berjalan, dan sampai Daddy bisa berjalan, tidak lupa pula Juna juga menceritakan dimana saat sang Mommy melahirkan dan sempat hilang kesadaraannya dan itu membuat Daddy frustasi sampai tidak bekerja berhari-hari, Daddy hanya mau menunggu Mommy di Rs, Daddy tidak mau meninggalkan Mommy sedikitpun.
" Bang sungguh besar cinta Mommya dan Daddy ya bang." Ucap Ais yang memotong cerita Juna sambil mengusap air matanya
" Iya dek, mangkanya Abang ingin memiliki istri seperti Mommy, meskipun Mommy dan Daddy awal pernikahan tidak ada cinta, tapi abang yakin kalau kita akan seperti mereka sayang, entah kapan cinta akan menghampiri hati kita berdua,
__ADS_1
" Tapi sebelum kita melangkah lebih jauh lagi, apa adik akan berjalan bersama abang? kita hidup dengan kekuarga kecil kita bersama-sama dengan anak-anak kita, merawat mereka, mendidik mereka, seperti yang dilakukan oleh Mommy dan Daddy kepada kita anak-anak mereka dan menua bersama, Atau adin akan meninggalkan abang yang tidak. memiliki apa-apa ini."
Siit... Ais nenutup mulut Juna.
" Abang masih ingat apa yang adik bilang saat abang mengkitbah adik? dan disaat hari pertama kita sudah menjadi suami istri abang juga pernah bilang apa?. akan adik ulang ya bang, meskipun abang anak angkat, meskipun abang tidak punya apa-apa, adik akan selalu berada disamping abang sampai mau memisahkan kita, kita akan memulainya dari awal ya bang."
" Iya bang, begitu pun dengan adik, adik akan berusaha menjadi istri yang Sholehah, istri yang abang inginkan, dan juga tegur adik kalau adik melakukan kesalahan ya bang."
__ADS_1
mereka berdua saling berhadapan, entah siapa yang memulai duluan sekarang bibir mereka yang bertautan, eh hanya Juna saja, sedangkan Ais hanya bisa menerima saja, mau mengimbangi Juna tapi Ais belum bisa jadi Ais hanya menikmati saja, Juna yang melihat Ais diam saja menandakan kalau Ais memberikan Ijin, Juna mengigit lembut bibir bawahnya Ais untuk membukanya, dan Ais membuka mulutnya, tampa menunggu lama Juna memasukkan lidahnya, Juna mengabsen isi rongga mulut Ais dan itu sukses membuat Ais mendesah
" Ahhh." Desahan Ais
Juna yang mendengar itu langsung melihat mata Ais yang sudah dilingkupi gairah, Juna berpindah menjelajahi leher Ais dan meninggalkan banyak jejak di leher Ais, Juna yang sudah On Fire langsung membuka baju Ais, disaat baju Ais sudah terbuka semuanya, tangan Juna langsung masuk dan memainkan Squihsy dengan lembut sambil Juna menikmati squishy satunya, Ais bener-benar terbuai oleh sentuhan yang di buat oleh Juna, dan......
🌷🌷🌷
__ADS_1
Pasti kakak nunggu kelanjutannya, jadi stay terus ya kak, Happy Reading ❤