CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 125


__ADS_3

" Bu, maafkan saya dan suami saya ya, karena Adit sejak kecil selalu dalam kesusahan, tidak pernah dia hidup senang, apalagi semenjak suami saya meninggal, Adit menggantikan posisi suami saya untuk menjadi tulang punggung untuk saya dan Sarah adiknya Adit


" Bu, saya yang seharusnya meminta maaf pada ibu dan suami ibu, dan saya sangat berterima kasih kepada ibu karena sudah mau merawat, mendidik dia menjadi laki-laki yang penuh tanggung jawab, saya sangat bahagia bu." Bu Safitri juga menceritakan apa yang terjadi mulai dari Adit yang di culik sampai bu safitri harus depresi


Setelah berbincang-bincang, bu Ima menelpon Sarah untuk membawa pesannya saat mau ke RS, begitu pula dengan bu safitri juga memberitahukan pada suaminya serta anak-anak mereka untuk berkumpul ke RS, semuanya bingung, kenapa ibu meminta semuanya datang ke RS, apa keadaan Adit semakin memburuk, itulah yang berada di dalam fikiran mereka semua


Ceklek


" Bu, ada apa suruh bapak dan anak-anak kesini?." Tanya bapak


" Pak, putra kita sudah ketemu pak!." jawab ibu


" Dimana dia bu?." tany bapak sambil memegang bahu ibu


" Adit pak, ternyata Adit putra kita pak." Jawab ibu


" Yang benar buk, Ya Allah terima kasih telah mengembalikan putraku yang hilang." ucap Bapak

__ADS_1


Anak laki-laki pak Adam yang lainnya juga senang karena dugaannya benar kalau Adit benar-benar saudara mereka


" Ini adalah baju yang di pakai Adit waktu dia hilang pak!." ucap Ibu


" Iya benar buk, dulu putra kita memakainya, tapi lebih memastikannya kita tunggu hasil DNA juga ya buk, masih 1 jam lagi hasilnya keluar." Ucap bapak


" Iya pak," Jawab ibu


Semua orang disana mendengarkan cerita tentang Adit mulai dari bapak angkatnya menemukan di pasar sampai sebesar ini, semua tidak menyangkan atas semua yang sudah Adit jalani selama ini, ibu Safitri yang sudah tahu ceritanya juga masih menitikan air matanya, melihat semua pengorbanan putra semata wayangnya itu untuk mencari sesuap nasi dan ibu sangat bangga karena putra di didik oleh seorang yang lembut dan penuh kasih sayang.


" Ehmmm." Adit bersuara


" Nak, apa yang kamu rasakan?." Tanya bu Safitri


Mereka berdu ada di sebelah Adit dan memegang tangan Adit


" Bu." Kata pertama yang di ucap oleh Adit

__ADS_1


" Iya le, apa yang kamu mau bilang le?." Tanya bu Ima


" Tidak ada bu, cuma..?" Mata Adit bingung karena disana semua keluarga dari Pak Adam dan Lian juga ada


Bu Ima yang tahu lirikan mata Adit pun tersenyum


" Le, kamu jangan bingung." Ucap bu Ima


" Adit saya minta maaaf atas kejadian ini, seharusnya bapak yang ada di posisi kamu, kenapa kamu menolong bapak?." Ucap pak Adam yang mendekat di ranjang pansien Adit


" Pak, sudah kewajiban kita sesama umat untuk saling membantu, meskipun bukan bapak kalau ada orang yang membutuhkan pasti Adit akan menolongnya."


" Apa kamu tidak takut kalau kamu pergi Dit, apa kamu mau meninggalkan orang-orang yang telah menyayagi kamu?."


" Pak, Adit percaya kalau Allah sudah menentukan takdir umatnya, disaat Adit melihat bapak, entah rasa apa yang mendorong Adit untuk membantu bapak, Adit hanya mengikuti kata hati saja pak." Jawab Adit


Pak Adam langsung memeluk Adit dengan meneteskan air matanya, suasana menjadi haru di ruangan Adit

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2