CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 143


__ADS_3

"Kalau bukan dari pengacara keluarga dari mana lagi, sebenar nya kami mau datang kerumah mama Citra dan papa Angga, tapi kami masih berfikir kembali dek, kami berfikir kalau kalian sedang pergi luar kota." Jawab Lian


"Mbak Sindi maafkan saya kalau saya tidak menepati janji saya terhadap mbak Sindi dan mas Irsyad, tapi bagaimana pun juga keluarga harus tahu mbak, apalagi saat saya akan ke berangkat kesini mas Juna meminta saya datang ke kantor tapi saya menolak nya, sedangkan mas Juna curiga mbak, jadi mau tidak mau saya harus berkata yang sejujur nya kepada beliau." Ucap pengacara tersebut


"Iya tidak apa-apa pak, saya yang seharus nya meminta maaf kepada bapak berdua karena saya sudah mengajak bapak untuk berbohong." Ucap Sindi


Sindi mulai menceritakan semua nya dari awal sampai akhir, mereka semua geram terhadap keluarga dari Ikbal, bagaiamana pun juga mereka sempat kaget, padahal dulu Ikbal saat masih hidup dia tergolong laki-laki yang baik, mangka nya mommy dan daddy memperbolehkan Irsyad untuk bermain dengan Ikbal, dan gelar yang Irsyad sandang adalah untuk membuat Ikbal sembuh, tapi siapa sangak setelah kepergian Ikbal, keluarga Ikbal malah membuat Irsyad mendekam di dalam penjara

__ADS_1


"Bang, jangan kasih tahu mommy dan daddy ya, ini pesan dari bang Irsyad, bang Irsyad tidak mau menambah beban mereka bang." Pinta Sindi


"Apa kamu tahu dek, meskipun kita menutupi ini semua dari mommy dan daddy, mereka pasti akan tahu, mommy sudah merasakan akan ada hal yang membuat keluarga nya sedih, oma opa dan kakek yang lagi berada di Jakarta langsung pulang saat mereka mendengar kalau mommy sedang khawatir sama keluarga, bahkan Kayla dan Sandi yang rumah nya dekat kami pu ikut kerumah dek, hanya kamu dan Irsyad yang tidak bisa di hubungi, saat ini memang mommy tidak memperlihatkan kesedihan nya kepada kami, tapi kami sebagai anak, mengerti dan paham meskipun kami melihat hanya dari sorot mata mommy, coba saja kalau mommy dan daddy tahu masalah yang Irsyad sedang hadapi, kalian menganggap kami itu sebagai apa, meskipun itu masalah keluarga kalian, kami paham mungkin kalian malu atau sungkan, kita pun juga begitu, tapi mengenai hal ini abang menyalahkan jalan yang kalian ambil dek. coba kalian cerita dari awal pasti tidak akan seperti ini." Ucap Lian dengan menggebu-gebu


"Sudah dek, bukan saat nya kamu bahas ini, sekarang langkah apa yang harus kita lakukan." Ucap Juna yang menengahi Lian dan Sindi


"Maaf mas Juna saat tadi pak Tio ke kantor mas, saya sudah mendatangi kantor polisi dimana mas Irsyad di tahan, tapi saya belum bertemu dengan mas Irsayad, dan di sana saya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian mengenai semua tuduhan yang di ceritakan dari pihak korban, jujur dari saya pribadi sebagai pengacara akan sulit untuk mengeluarkan mas Irsyad dari sana mas." Ucap pengacara yang bernama pak Bima

__ADS_1


"Tunggu sebentar lak, saya ingat sesuatu tentang hal ini pak, dulu mas Ikbal pernah cerita ke saya.....


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2