
"Kita harus sabar ma, saat ini kita tidak ada yang tahu keberadaan diman, tapi mama tenang saja, tadi Fitri memberikan alamat rumah orang tua Sindi pada papa, dan yang membuat papa senang adalah cucu kita terlahir dalam pernikahan ma, jadi kita tidak perlu khawatir kalau ada orang orang yang mengolok olok nya jika tahu dia terlahir dari luar pernikahan." ucap Danu yang masih memberi ketenangan pada sang istri, agar ia tahu kalau putra dari Ikbal telah lahir di dunia ini.
"Mama tahu pa, hiks...hiks...hiks...mama juga tahu kalau dia sudah menikah dan mama juga tahu yang dia nikahi itu adalah Irsyad."Jawab Ajeng.
"Ma kita berhutang banyak pada nya ma, karena Irsyad juga menjaga cucu kita selama ini ma, dia laki laki yang baik dan sahabat yang baik juga." Ucap Danu.
"Besok papa akan menghubungi pak Bagas untuk menanyakan dimana mereka tinggal, tapi sebelum nya kita juga harus datang ke rumah orang tua Sindi dulu, kita harus meminta maaf atas kesalahan yang telah kita perbuat pad Sindi dai masa lalu."Lanjut Danu.
"Benar pa? Papa akan membawa mama melihat cucu mama, ahh dia pasti sangat tampan persis seperti dalam foto nya, mama sangat tidak sabar menanti pertemuan mama dengan cucu kita pa, pa siapa nama cucu kita?." Tanya Ajeng.
"Omar, dia bilang nama nya Omar mah." Jawab Danu.
"Benar pa, nama nya sangat pas untuk nya, dia Karunia Allah yang mengijinkan kita kembali melihat Ikbal dalam sosok yang lain pa." Ucap Ajeng
__ADS_1
"Ponsel mama mana?." Ucap Ajeng sendiri, Ajeng sibuk mencari benda pipi itu, tidak lama.
"Pa, mama mau belikan banyak mainan untuk cucu kita pa, mama akan membelikan secara online agar bisa segera kita berikan pada nya pa." Ucap Ajeng yang berbinar binar.
Wajah Ajeng terlihat sangat merekah seperti bunga mawar yang baru saja mekar, terlihat kebahagian yang nyata di sorot mata nya. "Aku akan melihat cucu ku." Gumam nya dalam hati
Sudah sekitar satu jam ponsel Bagas terus bergetar dengan menampilkan nama Danu di layar ponsel nya, selama itu juga Bagas duduk di halaman rumah nya, dengan sesekali melihat ke layar ponsel nya, tapi ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab panggilan tersebut.
Langkah kaki Tika mendekat ke arah sang suami.
"Ada apa dan kenapa ponsel mas berdering tapi tidak mas angkat." Tanya Tika yang melihat ponsel suami nya berdering.
"Biarkan saja dia hanya akan melukai keluarga kita lagi, jika aku membiarkan mereka datang." Ucap Bagas.
__ADS_1
"Apa maksud mas." Tanya Tika yang terlihat kebingungan dengan perkataan suami nya.
"Itu pak Danu, aku sangat yakin jika dia sudah bertemu dengan Omar itu lah sebab nya dia mencari kita, adik tahu bukan wajah nya Omar sangat lah mirip dengan ayah biologis nya?. Tanya Bagas pada Tika.
"Mas benar, adik saja baru menyadari nya jika wajah Omar memang sangat mirip dengan Ikbal, Ikbal anak yang baik hanya saja Allah lebih bermurah hati pada kita, jika saja Ikbal masih hidup mungkin kebahagiaan Irsyad tidak akan sebahagia seperti sekarang.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...