
" sama-sama nak, apa boleh kami mengnganggap kamu putri kami nak? kami sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, (tanya mama)
" boleh tante, saya dengan senang hati menerimanya, karena saya sendiri sudah tidak mempunyai orang tua tante
mama dan papa Bella tersenyum mendengar jawaban dari Bella
" nak mulai sekarang kamu jangan panggil tante dan om ya, panggil mama dan papa seperti Bella memanggil kita
" iya tan... eh mama papa
__ADS_1
mama langsung memeluk Citra
" kami janji nak meskipun mata Bella ada di kamu tapi kami berdua tidak akan mengnganggap kamu Bella, kamu tetap Citra dan untuk kasih sayang dan cinta kami, kami akan memberikan semuanya sama kamu nak
" terima kasih pa ma. (Citra menangis tersedu-sedu mendengar ucapan mama dan papa angkatnya karena sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya yang telah meninggal dunia)
" pa, akhirnya Angga tetap menjadi menantu kita, meskipun Angga tidak menikah sama Bella tapi Angga menikah denga putri kita yang lainnya
hampir 2 jam mereka saling berbicara akhirnya Citra dan Angga pamit undur diri, sebenarnya mama ingin Citra tinggal dirumah, tapi papa melarang karena kasihan sama Angga, bagaimanapun juga Angga adalah suaminya, jadi dimana pun suami berada, istri harus selalu berada di sampingnya
__ADS_1
------------
satu minggu kemudia
semuanya telah kembali seperti semula
keluarga Angga dan Citra semakin baik apalagi setelah kedatangan keluarga orang tua dari Bella, hampir setiap hari mama datang ke rumah Dinas Angga setelah papa berangkat ke kantor dan mama pergi setelah mendapatkan ijin dari papa, meskipun hanya sekedar mengobrol dengan Citra, mama pulang dengan wajah bahagia, semejak Citra menjadi putrinya mama sangat senang dan pernah terbesit di hati mama membandingan sifat dan perilaku antara Bella dan Citra. mereka berdua sosok 2 perempuan yang berbeda tapi mama lebih suka kepada Citra karena Citra sangat baik dan menurut sama apa yang di bilang oleg orang tua, kalau Bella lebih menentangnya, tapi fikiran itu buru-buru mama tepis, bagaimana pun juga Bela sudah tiada jadi mama tidak mau mengingat-ingat sifat tercela Bella, yang di ingat hanya sifat baiknya saja
sedangkan keluarga dari Arman dan Vika semuanya juga semakin baik, sekarang papa sudah tidak tinggal bersama keluarga Bagas, semenjak Vika pulang dari RS papa tinggal di rumah Dinas Arman, meskipun rumah kecil dan sederhana semua itu tidak membuat papa kecewa tapi sebaliknya semuanya membuat papa bahagia karena tinggal dengan anak dan menatunya yang baik dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, setiap doa papa selalu memanjatkan untuk anak dan menantunya untuk segera memiliki momongan dan mengenai urusannya dengan istrinya papa memohon agar segera selesai dan istrinya segera mendapatkan hidayahnya atas semua perbuatan yang dia perbuat selama ini, (ups salah bisa dikatakan statusnysa sekarang masih istri tapi proses perpisahannya masih berlangsung jadi 50:50 begitu ya antara istri dan mantan istri, 😄😄😄😄 authornya bercanda). Vika dan Arman juga selalu memanjatkan doa dan juga berusaha, Arman dan Vika masih mengingat semua yang di ucapkan oleh Bagas dan Tika, tidak boleh putus asa haris selalu berikhtiar
__ADS_1
-------------
ini enaknya selanjutnya bagaimana ya kak, ada yang minta bagaimana, coment di ya