CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 191


__ADS_3

" Nggak sayang, mas mau kopi buatan adik, boleh?." Tanya Sandi sambil duduk di sofa


" Boleh mas, sebentar Kayla buatin."


" Kenapa mukenahnya tidak di lepas, adik tidak pakai baju?." tanya Sandi memandangi Kayla yang menyeduh kopi sambil menggunakan mukenahnya


" Hehehhehehe... pakai mas." Dia masih menyelesaikan pembuatan kopi


" Di lepas nanti kotor mukenahnya." Ucap Sandi sambil mendekati Kayla


" Iya mas, Kayla leoad, mas duduk dan ini kopinya." Kayla meletakkan kopi di meja dan duduk di sebelah Sandi yang memandangnya heran


" Kenapa tidak di lepas?." Tanya Sandi lagi


" Mas jangan marah ya, janji dulu?." Tanya Kayla memberi jari kelingkingnya


" Iya janji ada apa sih." Sandi melingkarkan kelilingkingnya di kelingking Kayla


" Kayla oakai kemeja mas." Kayla membuka mukenahnya dan Sandi memandangnya heran sambil menahan tawa


" Itu celana pendek mas adik pakai juga? hahahahaha.... pantas mas cari nggak ada."


Sandi menahan tawanya


" Kok ketawa mas." Kayla cemberut

__ADS_1


" Adik lucu sayang pas pakai baju mas, emangnya di lemari tidak ada baju?." tanya Sandi


" Ada tapi bukan baju itu, sama saja tidak memakai baju kalau pakai itu." Ucap Kayla dan Sandi mengerutkan dahinya


" Maksudnya gimana sayang?." Sandi tidak paham


" Mas lihat sendiri saja lah." Sandu berdiri dan membuka lemaru, matanya melotot melihat dua lingerue merah dan hitan menggantung di sana


" Mas tidak tau kalau mama beli itu sayang." Ucap Sandi


" Mama tau saja seleraku." Lanjut Sandi dalam hati


" Kayla tidak percaya mas." ucap Kayla dengan cemberut


" Mas apaan sih." Sandi mencium pipi istrinya


" Adik ngegeesin kalau cemberut." Jawab Sandi


Kemudia terdengar ketukan pintu kamar mereka


" Siapa mas?."


" Tidak tau juga, mas aja yang buka." Sandi berdiri menuju pintu untuk melihat siapa yang datang


" Bunda....bunda....." Tangis Cio seketika menganggetkan Sandi dan Kayla

__ADS_1


" Cio, kenapa dia bik?." Rambut Cio berantakan karena menangis dari tadi, Kayla yang mendengar kalau Cio menangis langsung keluar


" Sayang kenapa, ayo bik masuk di dengar orang juga tidak enak." Kayla mengambil Cio dari gendongan bik Siti dan langsung diam memeluk Kayla


" Maaf tuan, Nyonya, den Cio nangis terus dari tadi nyari nyonya dan nyonya besar menyuruh saya kesini." Siti ketakutan jika Sandi akan marah


" Duduk dulu bik, sudah tidak apa-apa Cionya juga sudah diam ini." Kayla duduk di sofa sambil memeluk Cio yang masih menangis sesenggukan


" Mama mana bik?." Muka Sandi menjadi serius


" Masih di kamar dengan Tuan besar tuan, nunggu sholat Isya' sekalian


" Mas, sudah duduk sini ngapain berdiri terus di situ." Sandi memang berdiri di depan pintu sambil berfikir ada apa ini, malam yang ia rencanakan berdua dengan Kayla malah begini.


" Bik Siti sambil minum dulu biar tenang." ucap Kayla melihat Siti sedikit ketakutan


" Terima kasih Nyonya, saya sudah minum." jawab Siti


" Sekarang ceritakan kenapa Cio nangis begini." Ucap Sandi yang duduk di samping Kayla dan Siti tak berani memandngnya


" Maaf tuan, Den Cio tadi tidur mungkin kecapekan terus bangun mencari nyonya, saya tidak berai bawa kesini tapi nyonya besar dan tuan besar bilang tidak apa-apa bawa kesini saja baru saya berani kesini, maafkan saya tuan kalau mengganggu, saya salah tidak bisa menenangkan Den Cio." Jelas Siti dan Sandi menghela nafasnya


...🌷🌷🌷...


......To be continued......

__ADS_1


__ADS_2