
" Nggak sayang, mas mau kopi buatan adik, boleh?." Tanya Sandi sambil duduk di sofa
" Boleh mas, sebentar Kayla buatin."
" Kenapa mukenahnya tidak di lepas, adik tidak pakai baju?." tanya Sandi memandangi Kayla yang menyeduh kopi sambil menggunakan mukenahnya
" Hehehhehehe... pakai mas." Dia masih menyelesaikan pembuatan kopi
" Di lepas nanti kotor mukenahnya." Ucap Sandi sambil mendekati Kayla
" Iya mas, Kayla leoad, mas duduk dan ini kopinya." Kayla meletakkan kopi di meja dan duduk di sebelah Sandi yang memandangnya heran
" Kenapa tidak di lepas?." Tanya Sandi lagi
" Mas jangan marah ya, janji dulu?." Tanya Kayla memberi jari kelingkingnya
" Iya janji ada apa sih." Sandi melingkarkan kelilingkingnya di kelingking Kayla
" Kayla oakai kemeja mas." Kayla membuka mukenahnya dan Sandi memandangnya heran sambil menahan tawa
" Itu celana pendek mas adik pakai juga? hahahahaha.... pantas mas cari nggak ada."
Sandi menahan tawanya
" Kok ketawa mas." Kayla cemberut
__ADS_1
" Adik lucu sayang pas pakai baju mas, emangnya di lemari tidak ada baju?." tanya Sandi
" Ada tapi bukan baju itu, sama saja tidak memakai baju kalau pakai itu." Ucap Kayla dan Sandi mengerutkan dahinya
" Maksudnya gimana sayang?." Sandi tidak paham
" Mas lihat sendiri saja lah." Sandu berdiri dan membuka lemaru, matanya melotot melihat dua lingerue merah dan hitan menggantung di sana
" Mas tidak tau kalau mama beli itu sayang." Ucap Sandi
" Mama tau saja seleraku." Lanjut Sandi dalam hati
" Kayla tidak percaya mas." ucap Kayla dengan cemberut
" Mas apaan sih." Sandi mencium pipi istrinya
" Adik ngegeesin kalau cemberut." Jawab Sandi
Kemudia terdengar ketukan pintu kamar mereka
" Siapa mas?."
" Tidak tau juga, mas aja yang buka." Sandi berdiri menuju pintu untuk melihat siapa yang datang
" Bunda....bunda....." Tangis Cio seketika menganggetkan Sandi dan Kayla
__ADS_1
" Cio, kenapa dia bik?." Rambut Cio berantakan karena menangis dari tadi, Kayla yang mendengar kalau Cio menangis langsung keluar
" Sayang kenapa, ayo bik masuk di dengar orang juga tidak enak." Kayla mengambil Cio dari gendongan bik Siti dan langsung diam memeluk Kayla
" Maaf tuan, Nyonya, den Cio nangis terus dari tadi nyari nyonya dan nyonya besar menyuruh saya kesini." Siti ketakutan jika Sandi akan marah
" Duduk dulu bik, sudah tidak apa-apa Cionya juga sudah diam ini." Kayla duduk di sofa sambil memeluk Cio yang masih menangis sesenggukan
" Mama mana bik?." Muka Sandi menjadi serius
" Masih di kamar dengan Tuan besar tuan, nunggu sholat Isya' sekalian
" Mas, sudah duduk sini ngapain berdiri terus di situ." Sandi memang berdiri di depan pintu sambil berfikir ada apa ini, malam yang ia rencanakan berdua dengan Kayla malah begini.
" Bik Siti sambil minum dulu biar tenang." ucap Kayla melihat Siti sedikit ketakutan
" Terima kasih Nyonya, saya sudah minum." jawab Siti
" Sekarang ceritakan kenapa Cio nangis begini." Ucap Sandi yang duduk di samping Kayla dan Siti tak berani memandngnya
" Maaf tuan, Den Cio tadi tidur mungkin kecapekan terus bangun mencari nyonya, saya tidak berai bawa kesini tapi nyonya besar dan tuan besar bilang tidak apa-apa bawa kesini saja baru saya berani kesini, maafkan saya tuan kalau mengganggu, saya salah tidak bisa menenangkan Den Cio." Jelas Siti dan Sandi menghela nafasnya
...🌷🌷🌷...
......To be continued......
__ADS_1