
" Apa paman dan bibik tega melihat nya, Langit sudah sakit paman, ia butuh donor jantung agar bisa hidup lebih baik lagi, bahkan sekarang Langit bisa bertahan karena bantuan obat obat yang ia komsumsi, coba lihat dari segi badan nya saja, Langit berbadan sangat kurus sangat jauh dari anak pada umum nya yang usia nya sama dengan Langit." ucap Ray dan itu sukses membuat bibik berkaca.
" Pa, sudah jangan lanjut kan lagi, apa papa tidak lihat, Langit juga cucu kita pa, meskipun tidak lahir dari keturunan kita, Langit itu cucu dari kakak kamu, sudah pa, jangan di lanjut lagi, mari kita pulang." ajak bibik pada paman
" Apa maksud kamu hah." bentak paman pada bibik
" Aku tidak perduli itu, apa kamu akan diam saja, lihat lah, tinggal menghitung hari saja, kita akan tinggal di kolong jembatan, apa kamu mau hah." lanjut bentakan paman lagi.
" Pa, meminta lah maaf pada keluarga Ray dan Adam, seharus nya kita tidak merebut Langit dari tangan mereka, jangan turuti hawa ***** kamu pa, kita sudah tua, seharus nya kita lebih dekat pada Tuhan pa." ucap bibik dengan derai air mata nya.
" Sana, kamu pergi saja, dari pada kamu tidak ada di pihak ku, aku akan bisa berjalan sendiri tanpa kamu, ingat mulai sekarang kamu bukan istri ku, aku haram kan kamu masuk ke dalam rumah ku lagi." ucap Paman.
" Dan kamu Ray, aku tunggu kamu di pengadilan, kalau sampai pengadilam memberikan semua nya pada anak si...al...an itu, aku bersumpah, aku akan bu...nuh.. dia di depan mata kamu." ucap paman berdiri dan keluar dari rumah Ray.
__ADS_1
" Pa... papa jangan pergi pa, mama harus kemana kalau papa tidak mengijinkan mama ikut papa." teriak bibik pada paman, tapi paman tidak memperdulikan ucapan bibik sama sekali.
Paman masuk ke dalam mobil dengan kecepatan sangat tinggi.
" Bik, bibim sementara di sini saja." ucap Ray yang berada di depan bibik nya.
" Tapi Ray, bibik tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan baik dari kamu, karena bibik dan paman sudah berbuat jahat pada kamu dan Adam." jawab Bibik
" Bik, semua manusia tidak ada yang sempurna, pasti mereka juga melakukan kesalahan, begitu pun dengan ku, sudah jangan fikirkan masa lalu, yang lalu biar lah berlalu, yang terpenting sekarang bibik menjadi lebih baik lagi." jawab Ray.
" Bibik tenang saja, istri ku orang nya sangat baik bik, bibik tidak usah takut, ayo masuk bik." ajak Ray.
Ray dan bibik masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Bun, sini dulu." teriak Ray dari ruang tamu.
" Ada apa yah, kenapa teriak teriak, Langit jadi kaget tahu." jawab Mesya sambil berjalan, tadi Mesya meminta Tia membawa Langit ke kamar nya, agar tidak mendengar keributan dari ruang tamu.
" Sekarang bibik akan tinggal di sini bersama kita, kamu tidak keberatan kan bun?." tanya Ray.
" Alhamdulilah, bibik kalau mau tinggal bersama kita, bunda tidak keberatan kok yah, malah bunda senang, rumah kita bakalan ramai." jawab Mesya dengan senyuman.
" Terima kasih ya Sya, dan bibik minta maaf kalau selama ini bibik dan paman sudah berbuat
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...