CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 105


__ADS_3

" Iya kak, kakakku sebenarnya hanya ada 1 yang di culik oleh musuh bisnis bapak, berhubung ibuku sempat depresi karena kehilangan kakakku jadi bapak mengajak ibuk untuk ke panti asuhan, bapak ibuk langsung mengadopsi 4 anak laki-laki disana, berjarak 3 tahun dari mengadopsi kakak angkatku, aku lahir, kakak-kakakku selalu menjaga aku dengan sangat protektif, aku di ajarin segala macam beladiri agar disaat nanti kita dewasa dan kakakku tidak ada yang menjaga, aku bisa menjaga diri, mereka sangat menyayangiku kak, aku pun juga begitu, meskipun sekarang kami berpisah tapi kami yakin kalau hati kami tidak akan jauh meskipun kami bukan saudara kandung, tapi kita dari kecil selalu bersama, orang tuaku juga tidak pernah membandingkan antara anak kandung atau anak angkat, semua sama mendapat kasih sayang dari bapak ibuk, untuk perjodohan memang dia laki-laki yang baik, kaya, orang yang terhormat tapi apalah daya, hatiku, fikiranku dan di saat aku melakukan sholat Istiqoroh, mengharuskan aku menjauh dari dia, bapak memang tidak memaksa aku untuk menerimanya tapi aku di suruh bilang baik-baik sama mereka, aku ya gak mau kak, salah bapak sendiri ngapain menerima tamu tanpa memberitahu aku dulu."


" Aku ngerti Ca, apa yang kamu mau, tapi maaf bukan aku menyalahkan kamu, tapi alangkah baiknya kalau kamu pulang dan beritahu mereka kalau kamu tidak bersedia, aku akan bantu kamu juga untuk mencari keberadaan kakak laki-laki kamu,." Ucap Lian


" Iya kak, terima kasih atas bantuan kakak,."


" Iya sama-sama, kalau boleh tahu nama bapak kamu siapa?." Tanya Lian


" Adam Suryo Saputra." Jawab Bianca


Deg


" Om Adam?, apa ibu kamu bernama Safitri?." Tanya Lian

__ADS_1


" Iya apa kakak mengenal bapak?."


" Siapa yang tidak tau sama om Adam Ca, seorang pembisnis handal dengan mempunyai fikiran yang selalu brilian, om Adam adalah kakak kelas Daddy, Daddy dan Mommy juga mengenal om Adam sama tante Safitri, beliau dulu sering main kerumah, kapan-kapan akan aku ajak Daddy dan Mommy kerumah kamu ya? apa boleh?."


" Boleh kak, sangat boleh, pasti bapak sama ibu senang mendengarnya."


Lian melihat jam tangannya menunjukkan pukul 20.00


" Kita pulang yuk, sudah malam juga, aku antar sama rumah kamu ya, nanti aku juga ingin bertemu dengan bapak ibu juga, kalau kamu tadi keluar sama aku, biar bapak sama ibu kamu tidak menyalahkan kamu lagi."


" Sudah tidak apa-apa kalau bapak kamu nanti marah sama kamu, aku akan menjelaskannya, kamu hadapi saja tentang perjodohan itu biar kamu lebih siap kalau bapak nanti marah atau apa karena aku tidak bisa membantu kamu, itu bukan ranah aku Ca, yuk kita pulang."


" Baiklah kak."

__ADS_1


🌹🌹🌹


Sekarang Lian dan Bianca sudah berada tepat di depan rumah Bianca, Lian dengan langkah tegap melangkah maju untuk menghadapi orang tua dari gadis yang akan di nikahi kalau berhasil mendapatkan restu dari orang tuanya


" Bismillah." Ucap Lian yakin dengan langkahnya


" Kenapa kak?." Tanya Bianca


" Tidak apa-apa, siap-siap untuk melakukan sidang, aku sebagai tersangka karena sudah membawa lari anak gadis orang." Ucap Lian dengan tersenyum


" Ih kak, lebih baik kakak pulang aja, aku gak mau kalau kakak di marahi oleh bapak, biar aku saja yang menghadapinya." Ucap Bianca


" Tidak, pantang bagi seorang laki-laki terutama aku untuk mengingkari sebelum berjuang, doakan aku ya bisa dapa restu dari om dan tante." Ucap Lian

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2