
"Hem..." Kemudian Sindi turun dan menyaksikan Irsyad meninggalkan nya dengan mobil nya, Sindi berjalan menuju rumah nya.
Saat malam hari Irsyad baru kembali ke rumah, dengan langkah panjang, Irsyad memasuki kamar nya, rasa nya sangat lelah karena ia mengerjakan begitu banyak pekerjaan yang sempat di tinggal nya kemarin, Irsyad segera merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur tanpa sadar ia ketiduran sebelum sempat membersihkan diri, Sindi yang melihat suami nya merasa kasihan, Ia membantu suami nya untuk melepaskan sepatu, yang masih ia kenakan, lalu menutuli tubuh suami nya dengan selimut. "Pasti kamu sangat lelah bang." Ucap Sindi lirih dengan terus memperhatikan wajah suami nya yang sedang tertidur, tidak butuh waktu lama untuk Sindi menyusul nya tidur.
Saat di hadapan keluarga nya baik Sindi maupun Irsayd bersikap seperti hubungan mereka baik-baik saja, hanya saja setelah masuk ke dalam kamar, mereka seperti air dan minyak yang sulit menyatu, ada saja hal yang membuat kedua nya berselisih paham
Karena usia kandungan Sindi sudah memasuki bulan ke 9, tinggal menunggu saja kapan hari kelahiram bayi nya itu.
Sore hari nya Sindi sedang berjalan jalan di komplek sekitar rumah nya, tiba-tiba sebuau mobil berwarna putih berhenti di dekat nya, "Seperti nya aku pernah melihat mobil ini." Ucap Sindi dalam hati nya
"Sindi."Sapa seorang wanita yang keluar dari dalam mobil nya, ia tidak lain adalah Mela
"Mbak Mela " Ucap Sindi lirih
"Apa kamu sedang berjalan-jalan, tapi kenapa kamu sendirian?." Tanya Mela pada Sindi
"Ini kan dekat dari rumah mvaj, aku pikir di sini cukup aman." Jawab Sindi
__ADS_1
"Sindi apa kamu bisa menemaniku?." Tanya Mela
"Kemana mbak?." Sindi bertanya balik pada Mela
"Aku ingin menanyakan sesuatu pada kamu, mungkin ini bersifat pribadi, apa kamy ada waktu luang?." Ucap Mela
"Boleh mbak." Jawab Sindi
"Ome, bagaimana kalau besok jam makan siang di cafe xxx." Mela menyebutkan nama sebuah cafe yang akan mereka datangi
"Mbak." Panggil Sindi
"Sebenar aku juga ingin menanyakan sesuatu pada mbak Mela." Ucap Sindi
"Baiklah kita bicarakan saja besok, saat ubu aku harus menjemout anak ku." Mela menjelaskan
"Baiklah mbak Mela hati-hatu ya." Ucap Sindi penuh perhatian
__ADS_1
Keesokan hari nya sesuai dengan perjanjian, Sindi bersiap-siap karena ia sudah berjanji akan mendatangi tempat jajian nya dengan Mela kemarin, Sindi sudah sampai di cafe tersebut dan terlihat cafe itu cukup nyaman, karena Sindi sudah sampau terlebih dahulu, ia memilih duduk di lantai 2 cafe tersebut agar bisa melihat ke arah kuar, sudah menunggu sekitar 10 menit Mela baru saja tiba dengan Tia putri nya.
"Sindi maafkan aku, tadu asa kecelakaan di jalan, jadi agak macet untuk sampai di sini, oh iya apa kamu sudah memesan sesuatu ." Tanya Mela pada Sindi
"Sudah mbak." Mela memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanan nya.
"Oh iya Sindi, kenalkan ini anak ku, Tia nama nya, ayo Tia beri salam sama tante Sindi." Ucap Mela
"Hai tante aku Tia." Ucap gadis berusia 5 tahun itu, Sindu tanpa eagu menjabat tangan nya di iringu senyuman manis mengembang di wajah Sindi
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...