
" Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam (SAW) menganjurkan kita mengucap salam ketika memasuki rumah."
" Tetapi Rasulullah tetap menganjurkan kita mengucap salam meskipun rumah kita dalam keadaan kosong."
" Karena boleh jadi ketika seisi rumah keluar, makhluk jenis lain menempati rumah kita."
Beginilah bunyi doa Rasulullah memasuki rumah kosong:
السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillahis shâlihîn
__ADS_1
Artinya: Keselamatan bagiku dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh
Doa mengucap salam saat akan masuk rumah kosong juga dijelaskan dalam Al Quran, surat An-Nur 61:
لَيْسَ عَلَى الْاَ عْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَ عْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ وَّلَا عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ اَنْ تَأْكُلُوْا مِنْۢ بُيُوْتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اٰبَآئِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اُمَّهٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اِخْوَا نِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَخَوٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَعْمَا مِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ عَمّٰتِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ اَخْوَا لِكُمْ اَوْ بُيُوْتِ خٰلٰتِكُمْ اَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَّفَا تِحَهٗۤ اَوْ صَدِيْقِكُمْ ۗ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَا حٌ اَنْ تَأْكُلُوْا جَمِيْعًا اَوْ اَشْتَا تًا ۗ فَاِ ذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةً طَيِّبَةً ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
"Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudara-saudaramu yang perempuan, di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan, (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti."
(QS. An-Nur 24: Ayat 61)
" Iya bang paham," Jawab Sindi sambil menundukan kepalanya karena malu sama suaminya, ilmu agamanya ternyata sangatlah tipis
__ADS_1
" Ya sudah kamu istirahat dulu, tapi sebelum istirahat jangan lupa sholat dulu ya, itu kamar kamu." Ucap Irsyad
" Iya bang, sebelum ke kamar Sindi mau nata makanan yang tadi di bawain oleh mama untuk kita makan malam nanti, bang boleh kah Sindi bertanya sama abang?." Ucap Sindi dengan hati-hati, Sindi tidak mau membuat suaminya tersinggung, kalau nanti suaminya tidak memperbolehkan bertanya, dia akan diam saja,
" Mau tanya apa?." Irsyad tahu apa yang akan di tanyakan oleh Sindi
" Begini bang, kita kan sudah suami istri, tapu kenapa kita tidurnya terpisah bang? apa benar kalau abang menikahi Sindi hanya untuk anak yang ada di dalam kandungan Sindi, dan karena mas Ikbal adalah sahabat bang Irsyad jadi abang merasa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Sindi dan anak Sindi, jawab jujur saja ya bang, Sindi tidak apa-apa kok, Sindi juga tahu diri, Sindi berterima kasih karena abang sudah mau menikahi Sindi, menerima anak Sindi yang berada di dalam kandungan ini serta abang juga sudah mengorbankan masa depan abang hanya untuk memberi statsu pada Sindi dan anak Sindi agar tidak di cemooh oleh orang-orang yang di luar sana." Sindi bertanya banyak, dia berbicara.....
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat...
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...