
" Dok, ini ada apa Dok?
" maaf tuan, apa tuan sudah mendapatkan pendonor darahnya, ini pasien kondisinya semakin menurun tuan, tolong segera mencari
semua orang disana menangis mendengar ucapan Dokter tadi
" bro kamu lihat kan, kamu itu suami macam apa hah, lihat semakin kamu lama berfikir semakin itu pula kamu menyiksa istri kamu, (Angga ikut marah sama Bagas)
" ok, aku terima bantuan dari kamu, terima kasih kamu sudah mau membantu
setelah 15 menit hasil keluar dan hasilnya positif, darah Dinda sama dan Dinda bisa melakukan tranfusi karena kondisi Dinda dalam keadaan sehat
Dinda masuk keruangan untuk mendonorkan darahnya pada Tika, Dinda yang melihat Tika dengan banyak alat medis yang berada di tubuh Tika
" Tik, maafin aku ya, semoga dengan aku mendonorkan darahku ke kamu bisa menghapus rasa bersalahku ke kamu dan Bagas, semoga keluarga kamu selalu bahagia dengan Bagas ya Tik, kamu memang wanita yang sempurna dan Bagas sangat beruntung mendapatkan istri seperti kamu Tik
30 menit sudah Dinda melakukan pendonorab darah pada Tika
di dalam alam bawah sadar Tika, Tika masih menangis ingin berkumpul dengan ibu dan Aisyah,
" nak, dengerin ibu, belum saatnya kamu disini sama ibu dan Aisyah, sekarang kamu pulang ya nak, lihat semuanya masih menunggu kamu, ya sudah ibu sama Aisyah pergi dulu ya nak, kamu harus selalu bahagia
__ADS_1
" Mommy Aisyah pergi dulu ya sama nenek, Mommy Daddy dan Adik-adik harus selalu sehat,
" Assalamualaikum
sebelum Tika menjawab salam ibu dan Aisyah mereka sudah menghilang
Tika sudah dipindahkan ke ruangannya karena sudah melawati masa kritis dan itu membuat semua keluarga bahagia,
Bagas duduk disebelah Tika, Bagas tidak mau meninggalkan Tika sedikit pun, (tangan Tika bergerak) Bagas yang melihatnya langsung kaget dan memencet tombol yang berada di ruangannya itu
" iya pak ada apa?
" Dok, istri saya tangannya bergerak Dok
" baik Dok, terima kasih
Bagas masih setia menunggu istrinya sadar, selang 1 jam terdengar suara Tika
" sayang kamu sudah sadar sayang, (Bagas memanggil Dokter lagi)
setelah Dokter memeriksa keadaan Tika bisa bernafas lega
__ADS_1
" selamat ya pak, isfri bapak sudah siuman, saya tinggal dulu kalau begitu
" Alhamdulilah Dok, terima kasih
setelah kepergian Dokter tersebut, tidak henti-hentinya Bagas mencium rambut Tika yang masih tertutuo dengan hijabnya, selama Tika tidak sadarkan diri, hanya Bagas yang menganti baju dan membersihkan tubuh istrinya itu, Bagas tidak mau kalau istrinya dibersihkan dan bajunya diganti orang lain meskipun perawat perempuan,
" sayang, adik sudah sadar
Tika tersenyum
setelah alat-alat yang berada di badan Tika dileoas semua oleh perawat, Tika bisa berbicara dengan suaminya meskipun masih dengan suara pelan
" sayang mau ngapain, (Bagas melihat Tika mau mengambil sesuatu)
" minum
" ini sayang
setelah meminum Bagas memberikan obat pada Tika, agar istrinya lekas sembuh, setelah minum obat Tika mengajak suaminya untuk tidur didekat dia meskipun agak sempit tapi Bagas tetap mengiyakan permintaan istrinya, mereka berdua saling menatap, tersenyum, dan memeluk satu sama lain,
...-------...
__ADS_1
ye semangat terus ya kak untuk menunggu kelanjutannya, jangan lupa Like, Rate, Vote, Tips, terima kasih