CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 3


__ADS_3

Membuat kedua orang tua nya tidak dapat membendung lagi derai air matanta melihat tubuh putranya di penuhi dengan selang dan kabel yang berbagai warna dan menempel di tubug yang tidak bertenaga itu, sang mama dengan segera memeluk serta menciumi wajah putranya itu


" Sayang, segeralah pulih ya, hati mama terasa sakit saat melihat kondisi kamu seperti ini nak," Ucap mama dengan membelai rambut putra


Ikbal dengan sekuat tenaganya meraih tangan sang mama tercinta


" Ma pa, tolong dengar suara Ikbal ya? berjanjilah sama Ikbal, apa pun yang terjadi sama Ikbal, mungkin ini sudah menjadi sebuah kehendaknya, kita tidak bisa melawan saat Allah sudah menginginkan kita untuk berada di sisi Nya." Ucap Ikbal


" Ma tolong jaga anak Ikbal yang masih berada di dalam kandungan Sindi, kelak dia lah yang akan menjaga mama dan papa." Lanjut Ikbal


Mendengar ucapan putranya, mama tidak dapat lagi menahan dirinya


" Apa kamu sudah tidak sayang lagi sama mama mu ini nak, kenapa kamu bisa berkata seperti itu, mama dan papa serta adikmu Dita tidak mau kalau kamu pergi, apa sebegitu inginnya kamu meninggalkan kami." Tanya mama


" Mama tidak akan hidup lagi setelah kehilangaj kamu, apa kamu mengerti?." Lanjut mama dengan derai air mata yang sudah sejak tadi membasahi pipinya,

__ADS_1


" Kamu pasti akan sembuh nak, kamu pasti akan kembali pulih, papa akan melakukan perawatan yang terbaik untuk kamu sayang, kita akan ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan yang lebih canggih lagi." Ucap papa


" Anak papa harus sehat kembalu apa pun akan papa lakukan asal kamu sembuh, dan papa akan menuruti semua keinginan kamu sayang," Lanjut papa


" Ma pa, Ikbal minta tolong, tolong suruh orang yang berada di rumah mengambil amplop coklat yang ada di kamar Ikbak, satu lagi Ikbal minta tolong panggilkan Irsyad juga ya." Pinta Ikbal


Sebelum mama menjawab mereka di hampiri oleh perawat perempuan yang tadi memanggil ke dua orang tua Ikbal


" Maaf pak bu, pasien harus istirahat karena kondisi yang masih belum stabil," Perawat mengajak ke dua orang tua Ikbal untuk keluar dari ruangan Ikbal


" Mang Joni, bisa kesini sekarang." Ucap papa setelah telp di angkat oleh mang Joni


" Baik tuan, saya akan kesana sekarang." Jawab mang Joni


Mas Joni berjalan terburu-buru dengan setengah berlari, dia takut terjadi apa-apa dengan anak majikannya itu, karena tadi waktu telp suara majikannya seperti habis menangus

__ADS_1


5 menit kemudian mang Joni sudah sampai di ruang ICU dimana Ikbal dirawat, mama langsung berdiri setelah melihat mang Joni sudah sampai


" Tuan, Nyonya, ada yang bisa saya bantu." ucap mang Joni


" Mang Joni, saya minta tolong ya, tolong pulang sekarang dan masuk ke kamar Ikbal, tolong ambilkan amplop berwarna cokelat yang ada di dalam kamar anak saya." Ucap mama


" Baik Nyonya, ada lagi Nyonya?." Tanya mang Joni lagi


" Tidak ada mang, kalau bisa cepat ya mang, tapi tetap hati-hati dalam mengendarai kendaraan." Jawab mama


" Baik Nyonya, kalau begitu saya pamit undur diri dulu Nyonta Tuan." Jawab mang Joni dengan membungkukkan setangah badannya


" Iya mang, hati-hati." Ucap mama dan papa


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued ❤️...


__ADS_2