CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 112


__ADS_3

mereka berdua berbicara hingga memakan waktu 2 jam dan Angga berpamitan pada Bella untuk pulang, sedangkan Bella meminta no telp Angga agar bisa sewaktu-waktu bisa menghubungi lagi dan Angga mengiyakan, Angga beranjak dari tempat duduknya memegang es dawetnya sudah tidak dingin lagi, akhirnya Angga membeli lagi, setelah sampai dirumah Angga melihat raut wajah istrinya seperti orang marah hanya bisa diam karena Angga memang salah dan meminta maaf pada istrinya, Citra memaafkan suaminya tapi untuk makanan yang diinginkan tadi sudah tidak mau dan Angga mau tidak mau harus memakannya sebagai hukuman yang harus diterimannya


disaat Angga dan Citra berada di atas tempat tidur mereka saling berpelukan, Angga melihat istrinya sudah terlelap Angga melepas pelukannya dan keluar dari kamar menuju ruang tamu, Angga sedang memikirkan hal yang menggangu fikirannya dari tadi yaitu tentang pertemuannya dengan Bella, Angga tadi lupa untuk memberitahukan kalau dia sekarang sudah mempunyai istri, tapi Angga berfikir kembali buat apa menceritakannya pada Bella karena menurut Angga selama dia sama Bella tidak ada hubungan spesial, Angga selama ini menganggap Bella hanya seorang adik saja tidak lebih dan untuk janjinya dulu itu adalah untuk semangat hidup saja agar Bella semangat untuk berobat karena Bella mengalami penyakit yang bisa menyebabkan orang tersebut meninggal dunia, maka dari itu Angga berjanji pada Bella karena Bella merengek tidak akan berobat kalau Angga tidak mau menikahinya kalau dia nanti sudah sembuh, dengan berat hati Angga mengiyakannya, (sungguh terlalu kata penyanyi Rhoma Irama)

__ADS_1


Angga sekarang bingung sendiri, mau mengatakan pada istrinya pasti nanti istrinya akan marah dan dia akan mendapat hukuman lagi dari istrinya, karena Angga tahu sejak istrinya hamil Angga selalu sering mendapat hukuman kalau Angga salah melakukan apa pun, tapi kalau Angga tidak cerita pada Citra nanti bagaimana kalau Citra tahu dari orang lain, dan yang ditakutin sama Angga nanti kalau istrinya itu lebih percaya orang lain dari pada dia, Angga sangat bingung jalan mana yang harus dia tempuh, Andaikan sekarang ada kedua sahabatnya pasti mereka akan meberi solusi terbaik buat Angga, tapi bagaimana lagi, Bagas sampai sekarang belum sadar dan Arman akhir-akhir ini sering ngelamun, setial ditanya Arman pasti menjawab tidak ada apa-apa, Angga berfikir mungkin ini masalah pribadi keluarganya yang dimana Angga atau orang lain mengetahuinya meskipun Angga adalah sahabatnya dan Angga memaklumi itu semua,


hum, Angga menghembuskan nafas beratnya, sekarang dalam fikirinya hanya bagaimana masalah ini selesai tanpa ada pertikaian di antara 2 wanita tersebut, yang satu istrinya dan satunya lagi wanita yang pernah dia kasih janji manis, ibarat pepatah senjata makan tuan, setelah berkecamuk dengan fikirannya sendiri Angga merasakan kantuk dan akhirnya Angga masuk ke kamar untuk menemani istrinya, setelah berada di samping istrinya Angga mencium kening istrinya dan berkata

__ADS_1


---------------


hai hai kakaka semua, gimana menurut kakak apa masih mau lanjut? kalau masih mau, tolong siapkan tisu ya kak sebelum baca kelanjutanya karena aku akan mengaduk-aduk hati kakak-kakak semua,

__ADS_1


__ADS_2