
" Tidak sus, saya yakin kalau putra saya masih hidup, tolong sus jangan di lepas ya, saya mohon, sekali ini saja sus, sayang bangun nak, jangan tinggalin mama dan papa, mama dan papa memberi izin kok untuk kamu menikah dengan kekasih kamu, bangun ya sayang, kalau kamu bangun mama janji setelah kamu keluar dari RS kamu langsung menikah sama kekasih kamu, bangun nak, jangan tinggalin mama dan papa, kami masih sangat butuh kehadiran kamu nak,, ayo sayang, mana yang sakit biar mama bilang sama dokter, agar dokter segera memeriksa kamu nak." Ucap mama dengan derai air matanya sambil menggoyang-goyang tubuh Ikbal
Papa mendekati mama dan menarik tangan sang istri
" Ma, iklaskan Ikbal ma, Allah lebih sayang pada putra kita, Allah mengambil Ikbal dari kita karena Allah tidak ingin Ikbal sakit lagi, apa mama tidak kasihan melihat Ikbal begitu menahan sakitnya, kita sebagai orang tua Ikbal, Kita hanya bisa mendoakan saja ma, semoga Ikbal di tempatkan tempat yang indah di sisi Allah, kita juga sudah memberikan yang terbaik selama kita membesarkan Ikbal ma." Ucap papa sambil memeluk sang istri
Mama yang berada di pelukan sang suami langsung tubuhnya lemas, mama tidak sadarkan diri dan para perawat membantu membawa mama Ikbal ke ruang perawatan di iringi dengan sang suami, semua pandangan seolah-olah kosong hanya perawat yang berlalu lalang mempersiapkan untuk kepulangan Jenazah ke ambulan menuju ke rumah duka
Irsyad bangkit dari duduknya, dia langsung keluar dia sudah tidak tahan lagi, dadanya sangat sesak, fikirannya di penuhi oleh ucapan Ikbal di dalam ruangan ICU tadi,
Irsyad ikut masuk ke dalam mobil Jenazah, Irsyad selalu menggenggam tangan sahabatnya yang sangat sudah dingin itu, Irsyad sudah tidak mampu lagi untuk berbicara, Irsyad hanya mampu diam membisu serta di ikuti dengan deraian air matanya
__ADS_1
Sedangkan mama dan papa Ikbal masuk ke dalam mobil, mengikuti mobil Jenazah yang membawa Jenazah putranya untuk pulang
Sesampai di rumah duka, Isryad juga ikut mengangkat Jenazah masuk ke dalam rumah, rumah sudah di siapkan oleh para pelayan di rumah setelah mendapat kabar dari majikan mereka kalau putra dari majikannya meninggal dunia, para pelayan di rumah itu langsung menangis, mereka sangat suka dengan Ikbal, sifatnya baik sekali, Ikbal tidak pernah membeda-bedakan status sosialnya, beda dengan kedua orang tuanya serta adiknya, mereka bertiga selalu membeda-bedakan status sosial, mangkanya mereka semua sangat terpukul dan merasa kehilangan atas meninggalnya Ikbal.
Setelah mengantar Jenazah ke rumah duka, Irsyad berpamitan kepada kedua orang tua Ikbal untuk pulang
" Om tante, Irsyad pulang dulu ya, Insya Allah besok Irsyad datang kesini untuk ikut dalam pemakaman Ikbal." Ucap Irsyad
" Sama-sama om tante, kalau begitu Irsyad pulang dulu, Assalamualaikum." Salam Irsyad
" Wa'alaikumsalam." Ucap papa
__ADS_1
setelah Irsyad keluar dari rumah Ikbal, papa membawa mama untuk masuk ke dalam kamar agar bisa tidur
Semua orang yang berada disana sedang melantunkan surat Yasin, tidak ada sedikit pun disana yang tidak menangis,
Papa teringat kalau anak ke duanya belum tahu kalau kakaknya meninggal, Papa langsung.....
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...