CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

mereka merasa sangat senang kalau tuan muda nya mendapatkan istri yang tidak membeda bedakan kasta malah Mesya sejak masuk ke dalam rumah ini sudah ikut bercanda sama semua orang disana termaksud tukang kebun dan satpam juga.


Sedangkan di meja makan di sana sudah ada ayah ibu dan Ray, mereka bertiga mendengar apa yang di ucapan kan oleh Mesya di dapur dengan bibik, mereka juga ikut bangga terjadap Mesya, untuk ibu dan ayah mereka tidak menyangkan seorang Tika bisa mendidik dan memberi nasehat sehebat itu pada putri bungsu nya, sedangkan Ray juga bangga karena memiliki istri yang sibuk dengan banyak kegiatan tapi masih menyempatkan untuk melayani diri nya, Ray berfikir betapa Allah memberi kenikmatan yang begitu besar, ia bisa mendapatkan bidadari yang bisa mengobati luka di hati nya saat bersama Fina dulu.


Setelah makanan nya siap, Mesya pun segera menata ke meja makan, Mesya tidak melihat kalau ke dua mertua serta suami nya sudah berada di sana untuk segera sarapan.


" Bang, sudah siap untuk berangkat, maaf ya Syasya tadi lupa belum menyiapkan dasi abang, biar Syasya ambilkan dulu ya." ucap Mesya setelah mengambilkan nasi untuk suami nya dan melihat kalau suami nya belum memakai dasi ia bergegas untuk melangkah kan kaki nya, tapi sebelum melangkah Ray langsung menarik tangan Mesya.


" Sudah nanti saja, kita sarapan dulu, ok." ucap Ray yang melepas tangan Mesya dari tangan nya.

__ADS_1


" Baik bang." ucap Mesya setelah itu ikut sarapan.


Mereka berdua sudah berada di dalam kamar, Ray menikmati kopi buatan istri nya dan duduk di balkon kamar mereka sedangkan Mesya juga bersiap siap untuk masuk ke RS hari ini.


" Bang ini dasi nya." ucap Mesya sambil menyerahkan dasi pada Ray


" Pasangin dong sayang." ucap Ray lalu berdiri dan menghadap ke arah depan istri nya.


" Ya abang sendiri lah sayang, masak abang minta bantuan ibu, bibik atau pegawai perempuan abang, itu sudah pasti tidak mungkin sayang, abang meminta tolong ke sayang karena sayang adalah istri abang dan mulai sekarang sampai nanti tetap sayang yang pasangin dasi abang, kalau begini kan terlihat romatis gitu." ucap Ray sambil merengkuh pinggang Mesya dengan ke dua tanga nya.

__ADS_1


" Ih bang, terlalu dekat bang, Syasya tidak bisa nih." ucap Mesya


Tapi ucapan Mesya tidak di hiraukan oleh Ray, malah Ray mengamati wajah Mesya dengan sangat dalam


" Sayang, kamu kok cantik banget sih, abang tidak rela kalau sayang nanti di RS di pandangi oleh banyak mata laki laki, abang tidak iklas sayang, abang tidak rela." ucap Ray


" Abang, dengerin istri abang ini, biar lah semua mata laki laki di luaran sana memandang Syasya, Syasya juga tidak bisa melarang mereka untuk memandang ke siapa pun, tapi yang terpenting adalah Syasya milik abang seutuhnya, jadi abang jangan ragu ya, begitu pun dengan abang, abang juga tampan, Syasya tidak rela kalau ada mata wanita memandang abang seperti ingin memiliki abang, tapi Syasya percaya sama abang, kalau abang tidak akan melewati batas, memang benar Syasya tidak bisa bersama abang setiap saat, tapi ingat Allah ada dimana mana, jadi setial langkah abang selalu ingat Allah, minta perlindungan Allah ok." ucap Mesya panjang lebar


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2