CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 123


__ADS_3

Saat Irsyad melangkah menuruni anak tangga, Irsyad melihat Dita dan mama sedang duduk di sofa, Irsyad masih tidak habis pikir dengan apa yang terjadi, karena dia benar-benar tidak ingay apa pun kejadian semalam.


" Duduk lah Irsyad." Pinta mama Ikbal, kemudian Irsyad menurut dan duduk di sana


Sedangkan Dita hanya diam yang masih berada di dalam pelukkan sang mama, mama mengambil nafas panjang sebelum memulai bicara dengan Irsyad, sedangkan Irsyad hanya diam saja saat itu.


" Irsyad tante tidak habis fikir dengan apa yang sudah kamu lakukan sama anak tante, tante sudah menganggap kamu seperti anak tante sendiri, tapi apa yang kamu lakukan terhadap Dita anak tante, ini tidak bisa di maafkan, kamu sudah merenggut kesucian nya, kamu menghancurkan masa depan Dita." Ucap mama Ikbal berapi-api


" Tante maafkan Irsayd, tapi Irsyad benar-benar tidak melakukan apa pun yang tante tuduhkan." Jawab Irsyad yang menyangkal atas tuduhan mama Ikbal


" Semua bukti sudah jelas kamu melakukan nya, tapi kamu masih mengelak nya, tante tidak habis fikri Irsyad, kamu seorang dokter saraf, dikter dengan penuh berperasaan, tapi hari ini kamu sudah memperlihatkan seperti apa kamu yang sebenar nya." Ucap mama Ikbal


" Kamu seperti binatang yang tidak memiliki perasaan, apa kamu tidak melihat Dita begitu terpukul dengan apa yang kamu lakukan kepada nya, kamu harus bertanggung jawab." Putus mama Ikbal dengan pasti

__ADS_1


" Maaf tante, saya merasa saya tidak pernah melakukan apa pun pada Dita, jadi saya tidak bisa bertanggung jawsb atas apa yang tidak saya lakukan." Jawab Irsyad


" Dan saya juga sudah menikah tante, jadi saya tidak bisa menikahi wanita lain." Lanjut Irsyad


" Kak Irsyad jahat." Dita menangis dan berlari dari sana menuju kamar nya


" Kamu sudah keterlaluan Irsyad, saya akan menuntut kamu." Ucap mama Ikbal


" Saya tidak takut tante, sekali pun tante menyeret saya ke penjara." Jawab Irsyad yabg tidak gentar setelah mendengar ucapan dari mama sahabat nya ini


Flasback off


Sindi sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk mereka makan, saat Sindi sedang memasak Irsyad keluar dari kamar dengan berpakaian rapi seperti biasa nya.

__ADS_1


" Bang, sarapan nya sebentar lagi siap, tubggu di meja makan dulu, aku akan menyiapkan." Sindi memberitahu Irsyad, tapi Irsyad seperti tidak mendengar suara Sindi, justru melangkahkan kaki nya keluar dari rumah dinas nya, bahkan Sindi beberapa kali memanggil nama nya tapi Irsyad tetap berlalu meninggalkan Sindi.


Sindi segera mematikan kompor nya dan duduk di meja makan seorang diri, tiba-tiba air mata Sindi lolos begitu saja, entah apa yang terjadi pada Irsyad semalam sampai bersikap dingin seperti itu pada Sindi, Sindi yang terbiasa dengan sikap Irsyad yang ramah dan sangat memanjakan diri nya begitu mendapati sisi lain Irsyad yang begitu dingin bahkan seperti tidak menganggap nya ada.


Terlihat mata Sindi yang sembab karena menangis cukup lama, Sindi merapikan pakaian nya, Sindi mengemasi beberapa potong pakaian nya dan memasukkan ke dalam tas jinjing yang cukup besar dan lagi-lagi Sindi menitikan air mata nya, rasa nya dada Sindi teramat sesak bahkan untuk menarik nafas saja begitu sulit.


Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2