
" aku harus bagaimana Tik, aku bingung, aku sangat mencitai mas Arman, dan aku juga menyayangi papa dan mama, aku tidak mau kalau mama dan papa harus berpisah, aku harus bagaimana Tik, bantu aku. (Vika berbicara dengan deraian air mata)
Tika yang mendengar merasa hatinya sakit banget, bagaimana tidak, sahabatnya selama ini yang ceria telah menghadapi suatu masalah yang sangat rumit dan rumah tangga sahabatnya yang masih berumur sebiji jagung berada di ujung tanduk
" Vik, kamu percaya sama Kuasa Allah? kamu percaya sma suami kamu?
Vika memandang Tika
" apa kamu pernah cerita sama suami kamu?
Vika menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" aku tidak menyalahkan kamu, tapi aku mau hanya mau memberitahu saja, kita sudah berkeluarga, kita sudah mempunyai pasangan hidup, kita mempunyai Kepala rumah tangga yang akan selalu bertanggung jawab entah itu sesama manusia atau di hadapan Allah, kita hanya seorang perempuan atau istri yang dimana posisi kita selalu berada di samping suami kita, jadi sekecil apapun masalah kita, kita wajib cerita sama suami kita, meskipun suami kita tidak bertanya atau tidak peka, tapi kita wajib bercerita ya Vik, aku mau bertanya sama kamu, disaat mamanya kak Arman berkata kurang baik apa kak Arman membela kamu atau membiarkan kamu?
" mas Arman membela aku Tik
" jadi apa yang kamu takutkan Vik? kak Arman sudah pasti akan membela kamu
" tapi aku bingung Tik, mana yang harus aku pilih
" terima kasih ya Tik, kamu memang sahabat aku yang paling baik, hatiku sangat lega setelah mencurahkan isi hatiku
" sama- sama Vik, ingat ya kita istri dimana suami kita akan selalu berada dan mendukung kita
__ADS_1
" iya vik
sedangkan diluar ruangan Arman meneteskan air matanya, Arman tidak menyangka kalau beban istrinya sangat berat, Arman kira kalau selalm ini dia sudah menjadi suami yang di ingikan istrinya ternyata salah, jadi mulai sekarang dia harus lebih memperhatikan istrinya, dan Arman sangat bersyukur istrinya mempunyai sahabat sepereti Tika, Tika bisa menjadi sosok seorang kakak yang siap kapan pun memberi payung untuk adiknya yang sudah basah dan memberi wejangan yang sangat baik dan bisa diterima sama istrinya,
" bro thanks ya
Bagas bingung dan mengerutkan dahinya
" thanks sudah membawaku keluar dari ruangan istri ku, jadi aku tahu bebanm apa yang menyebabkan istriku sakit dan thanks juga untuk istri kamu, kamu mempunyai istri yang sangat hebat bro, yang bisa memberi saran istriku dan memberi langkah apa yang harus di ambil tanpa mengguruinya
" sama-sama bro, itulah kehebatan istriku, aku sangat bahagia mempunyai istri seperti dia, aku tidak meyesal telah menikah dengan dia meskipun pernikahan kita atas dasar perjodohan bukan atas nama cinta, dia wanita yang .....
__ADS_1