CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

...Kita kembali ke cerita ya kak....


Ke 7 orang paruh baya akhir nya tahu, kenapa mereka bisa di panggil penjajah oleh cucu dan cicit nya, mereka semua tertawa setelah mendengar penjelasan Mesya.


Tapi mereka bisa memaklumi itu semua, padahal di balik itu semua, ke lima anak Ray dan Mesya mewarisi wajah blesteran dari Oma, opa dan Oma uyut mereka.


Ke esokkan hari nya.


Setelah melakukan kegiatan pagi, Ray, Wildan, Adit dan Tio dan Adam sedang berbincang bincang, mereka ternyata mempunyai ide yang terselubung untuk putra putra mereka.


Sedangkan para wanita sedang berkumpul untuk menyiapkan makanan besar, sebenarnya mereka sempat curiga dengan suami mereka masing masing, kenapa harus membuat makanan yang begitu banyak seperti akan ada acara saja.


Tepat pukul 13.00 para laki laki dewasa mengajak putra mereka masing masing untuk masuk ke dalam mobil dan keluar dari rumah.


Para perempuan menunggu ke datangan anak anak mereka yang telah lama di bawa pergi oleh ayah mereka masing masing .


" Mom, Abang bawa anak anak kemana ya? mungkin Daddy tahu?." tanya Mesya pada ke dua orang tua nya.


" Mommy juga tidak tahu Sya, mungkin mereka lagi jalan jalan." jawab Mommy.

__ADS_1


" Daddy juga tidak tahu nak." jawab Daddy singkat, sebenarnya Daddy tahu tapi itu rahasia, kata menantu nya akan membuat kejutan buat istri nya jadi Daddy diam saja.


3 jam kemudian


" Kenapa mereka lama sekali?." Tidak sabar Nova.


Terdengar suara gerbang terbuka dan mobil memasuki pekarangan.


" Itu mereka datang." Seru Mesya.


Ke lima mama muda itu langsung berhamburan keluar rumah untuk menyambut putra dan suami nya masing masing.


Di dalam mobil Adit, Rendra juga turun dengan cemberut, hanya Cakra yang tidak cemberut, karena tidur dalam gendongan Wildan.


Mesya, Nova, Yeni, Ovi dan Siska terkejut dengan penampilan suami serta anak mereka masing masing, tadi saat mereka berangkat, mereka memakai celana tapi sekarang kok malah memakai sarung sampai sampai mulut mereka ber lima mengnganga, (andaikan ada lalat pasti sudah masuk ke dalam mulut mereka 🤣🤣🤣)


" Abang." Mesya menutup mulut nya, ingin tertawa tapi takut dosa, karena menertawai suami, tapi kalau tidak tertawa ada perasaan tidak nyaman di mulut.


Akhir nya, ke lima tertawa lepas.

__ADS_1


" Abang, apakah itu? Di potong juga?." Goda Mesya.


Ray mendelik kan mata nya menatap wajah Mesya.


" Mas Adit apa?". Yeni menggerakkan tangannya berbentuk gunting.


Seperti nya Ray, Adit, Wildan, Adam, Tio mendelik kan mata nya menatap wajah istri mereka masing masing. Ovi tertawa lepas sampai perut nya sakit.


" Ovi..." Panggil Wildan untuk istri nya, Wildan sudah tidak memanggil dengan sebutan sayang, tapi kalau sudah memanggil nama berarti Wildan sudah sensitif.


" Maaf maaf mas, kak Ray, Kak Adam, Kak Adit dan Kak Tio, kalian lucu sih, pakai sarung seperti itu, jadi kami ber lima mengira kalau kalian itu habis khitan lagi." Ucap Ovi yang masih setia memegang perut nya.


Mereka melihat pemandangan yang sangat lucu sekali


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2