CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 118


__ADS_3

" mas, mas tenang dulu ya


" mas. harus tenang gimana sayang, mas lumpuh, mas tidak bisa jalan, anak-anak nanti bagaimana?, adik pasti malu mempunyai suami yang tidak sempurna, lebih baik adik pergi, lupakan mas saja, mas adalah laki-laki tidak berguna


" mas, dengerin adik ya, disini kita semua ada buat mas, semua sayang mas, adik tidak akan meninggalkan mas, kalau adik punya niat untuk meninggalkan mas kenapa tidak sejak kemarin mas belum sadar. mas ingat ya. cinta dan kasih sayang adik kepada mas tidak bisa di ukur dari apapun mas, mas juga begitu kan? (Tika mengusap air mata suaminya), lihatlah mas. ayah, ayah dulu duduk dikursi roda dan Dokter sudah memvonis tidak akan bisa berjalan lagi, tapi apa lihatlah dengan kegigihan ayah ingin sembuh, minum obat secara teratur, melakukan upaya apapun agar bisa sembuh.


Bagas mengnganggukan kepalanya


" mulai sekarang kita jalani semuanya bersama-sama ya mas. adik yakin mas pasti bisa berjalan kembali, mas harus yakin janji Allah kepada umatnya, nanti adik akan bicarakan semuanya sama Dokter, agar bisa menjadwalkan terapa mas,


" terima kasih ya sayang, terima kasih, adik masih mau berada di sisi mas


" sudah jangan berterima kasih ya mas, kita saling menguatkan


Tika keluar menuju ke ruangan Dokter untuk bertanya jadwal terapai suaminya dan kapan suaminya akan diperbolehkan pulang, setelah bertemu Tika kembali ke ruangan suaminya


" sayang , bagaimana dengan hasilnya


" besok mas sudah diperbolehkan pulang, dan besok mas sudah bisa mengikuti terapi, jadwal terapi mas, 1 minggu 2x setiap hari senin dan jumat

__ADS_1


" terima kasih ya sayang


" mas adik sudah sering bilang


" tidak ada kata terima kasib dan minta maaf, (Bagas menirukan ucapan Tika)


" bagus


keesokan harinya setelah Bagas melakukan terapi, mereka pulang menuju rumah orang tua Bagas, di rumah yang agak luas akan sangat mudah membuat Bagas cepat bisa berjalan,


beberapa hari di rumah orang tuannya Bagas merasa semangat untuk sembuh, karena melihat istrinya melakukan semuana dengan telaten, seperti mengajak jalan-jalan dipagi hari, membasuh kakinya dengan air hangat, istrinya tidak ada lelah unuk merawatnya.


di keluarga besar Arman


setelah mengantarkan Vika ke RS dan melihat Vika dengan kondisi lebih tenang dan bisa di tinggal Arman mendatangi mamanya, karena sampai sekarang masih saja menuntut tentang cucu, mama selalu menemui Vika disaat Arman tidak ada dirumahnya dan itu sekarang sangat berefek pada istrinya, Vika sekarang dilarikan ke RS karena tekanan psikis yang begitu besar dari mertuanya dan menyebabkan Vika hanya diam dengan tatapan kosong terkadang juga menangis, di ajak bicara pun Vika tidak pernah menjawab, itu semua membuat Arman merasa marah kecewa terhadapat mamanya


" ma,,,, mama,,, ma (Arman masuk kerumah dengan berteriak-teriak)


" aden datang

__ADS_1


" mama kemana bi?


" nyonya ada di dalam kamar den


" terima kasih bi


Arman melangkah menuju kamar orang tuannya dengan menggebu-gebu sampai-sampai masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu


" hai, Arman mana sopan santunmu


" ngapain mama tanya tentang sopan santun


" oh, prok prok (mama bertepuk tangan), apa ini yang diajari sama istri tidak berguna mu itu


" cukup ma, cukup


" wao hebat sekali istrimu Arman, kalian menikah belum ada 1 tahun kamu sudah sangat berubah, mama kira perubahan kamu menjadi lebih baik tapi sekarang malah lebih buruk lagi


--------------

__ADS_1


lagi memanas keadaannya ya. selamat untuk membaca


__ADS_2