CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 218


__ADS_3

Akhir nya Sindi menuruti usulan yang Irsyad katakan, malam itu mereka tidur ber tiga seperti sebuah keluarga kecil, biasa nya Sindi selalu menidurkan bayi nya di ranjang box bayi yang berada di sebelah nya. setelah Irsyad dan Omar tertidur pulas, justru Sindi yang terjaga sepanjang malam, ia terus memikirkan keinginan untuk meninggalkan Irsyad perasaan dan pemikiran nya, bertolak belakang membuat nya bimbang dengan keputusan nya yang akan di ambil sampai pagi hari Sindi juga masih belum bisa tidur sama sekali. Di pagi hari, wajah Sindi sangat terlihat pucat karena kurang ber istirahat, Mommy yang melihat nya langsung membuat kan beberapa ramuan untuk menambah stamina Sindi, mommy tahu kalau sang cucu semalam menangis bahkan mommy mendengar tangisan nya sampai hampir pagi.


"Sindi abang berangkat dulu ya." Pamit Irsyad. Namun tiba tiba saja entah keberanian datang dari mana, Sindi memeluk suami nya dengan sangat erat.


"Hei ada apa kamu tidak seperti biasa nya memeluk abang saat abang akan berangkat kerja." Tanya Irsyad yang terkejut dengan sikap Sindi barusan


"Maaf bang aku hanya terbawa suasana." Ucap Sindi berkilah.

__ADS_1


"Baik lah abang berangkat sekarang ya, Cuppp." Irsyad mencium kening Sindi dan di susul mencium Omar yang saat itu sedang menatap ke arah nya.


"Sayang papi berangkat kerja dulu ya, kamu jangan cengeng lagi ya, cuppp papi sayang Omar." Ucap Irsyad


Setelah Irsyad pergi bekerja, Sindi menghubungi mama nya dan mengatakan niat nya untuk pulang ke rumah nya hari ini, dan niat nya di sambut bahagia oleh mama Citra yang langsung menyiapkan semua nya mulai dari masakan serta kebutuhan yang di perlukan untuk sementara buat cucu tampan nya siapa lagi kalau bukan Omar. Sebenar nya Sindi memiliki banyak uang di ATM nya tapu semua itu uang yang Irsyad berikan Untuk nya, ia tidak ingin membawa apa pun dari Irsyad, menurut nya selama ini Irsyad sudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk merawat nya, setelah bersiap siap sebenar nya Sindi sama sekali tidak membawa apa pun dari sana, karena pakaian yang ia pakai memang lah Irsyad yang membelikan nya atau kadang ia membeli menggunakan uang yang Irsyad berikan pada nya, Sindi pergi hanya membawa beberapa lembar uang saja dan ponsel nya serta barang barang penting milik nya, sebelum pergi Sindi sempat menulis surat untuk Irsyad suami nya.


๐Ÿ’ŒUntuk Suami ku Tersayang

__ADS_1


Sindi dan Omar


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2