CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 96


__ADS_3

Sindi membawa bubur ayam yang sudah di buat nya ke dalam kamar


" Bang ayo makan dulu bubur nya,." Ucap Sindi setelah sampai di tepi tempat tidur mereka


Irsyad langsung membuka mata nya dan bersandar di punggung temlat tidur, Sindi langsung sigap menata bantal agar Irsyad nyaman saat makan


" Masih panas bubur nya bang, pelan-pelan makan nya ya bang." Ucap Sindi yang menyerahkan mangkok bubur ayam tersebut


" Gimana cara bicara nya ya kalau aku ini tidak sakit, Sindi tidak perlu berlebihan seperti ini." Kata Irsyad dalam hati nya


Sindi terus menatap suami nya saat makan


" Bang jangan mandi dulu ya, setelah makan bubur ayam nya, nanti makan kalau badan abang sudah enakkan." Ucap Sindi yang terus menatap Irsyad, Sindi mengurus Irsyad dengan begitu perhatian, entah kenapa Irsyad justru menikmati perlakuan yang di berikan Sindi

__ADS_1


" Enak juga punya istri, di oerhatiim kalau sakit sekali pun sakit ini cuma pura-pura, Ha....ha...ha...ha.." Ucap Irsyad dalam hati sambil tertawa 😁😁😁


" Kamu kenapa bang?." Sindi melihat tingkah Irsyad begitu heran di buat nya karena Irsyad tiba-tiba tertawa sendiri


Menurut Irsyad perlakuam yang di berikan Sindi untuk nya begitu manis, Irsyad mengikuti semua apa yang di perintah kan oleh Sindi kepada nya meskipun badan nya sangat gerah


Sore hari nya, Irsyad mengatakan kalau dia sudah membaik dan bermaksud mengajak Sindi untuk kontrol ke dalam dokter kandungan.


Sesampai nya di RS, Irsyad dan Sindi langsung menunu ke poli kandungan, Sindi di minta melakukan USG, untuk melihat perkembangan janin yang ada di dalam kandungan nya, di bantu seorang perawat untuk mempersiapkan Sindi, Irsyad berdiri mendampingi Sindi, saat dokter letekkan alat USG di perut nga Sindi, nampak janin yang sudah berbentuk sempurna, bahkan jari-jaru kecil nya sudah terbentuk dengan rasa senang bercampur haru Sindi menitihkan air mata nya


Irsyad yang juga menyaksikan layar monitor itu, perasaan nya berkecamuk, dia bahagia bayi tersebut tumbuh dengan baik di bawah pengawasan nya, tapi ada sedikit rasa kecemburuan di hati nya,." kenapa bukan anak ku yang ada di dalam sana?." Irsyad menundukkan pandangan nya, ia tidak ingin Sindi melihat wajah murung nya


" Kenapa aku menjaga nya dengan begitu baik, bayi itu bukan anak ku, tapi Sindi adalah istri ku, wanita yang aku nikahi dengan sah di mata agama dan negara, tapi anak itu????." Perasaan Irsyad sangat kacau saat ini, Irsyad menjauh memilih duduk di pojok dekat meja kerja sang dokter

__ADS_1


Dokter kandungan bahkan menvetak photo janin milik Sindi, terlihat Sindi sangat antusias, seperti nya ingin segera melahirkan


...🌷🌷🌷...


Setelah hari itu, Irsyad mulai menyadari perasaan nya pada Sindi, rasa ingin memiliki seutuh nya tanpa harus membagi Sindi untuk siapa pun, bahkan Irsyad sering cmeburu pada janin dalam kandungan Sindi, tapi dengan pandai Irsyad menyembunyikan perasaann nya itu dari Sindi


Mereka ber dua sudah berada di sana hampir 2 bulan, dan sudah di pastikan kalau Irsyad dan Sindi akan kembali ke kota Surabaya beberapa hari ke depan


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


__ADS_2