
"Sudah abang berangkat sana.." Sindi mendorong suami nya.
Sebelum benar benar pergi Irsyad tidak pernah absen untuk meninggalkan ciuman di kening sang istri.
Sindi pergi mengantarkan anak anak nya, terlebih dahulu ia mengantarkan Omar ke sekolah nya dan menitipkan nya pada bibi untuk menjaga Omar terlebih dahulu selama Sindi mendaftarkan Zhifa sekolah
Mobil yang di kemudikan oleh Sindi berhenti tepat di halaman sekolah untuk usia dini, dimana ia akan mendaftarkan anak nya di sana, baru saja turun Zhifa sudah sangat bersemangat untuk sekolah, ia berlari lari kecil menuju gerbang sekolah nya yang jarak nya lumayan jauh dari Sindi memarkirkan mobil nya.
Sindi hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah lucu Zhifa sejak sepanjang jalan Zhifa meminta kembali pulang ke rumah, tapi setelah melihat sampai di sekolah Zhifa justru sangat bersemangat. Setelah menyelesaikan pendaftaran dan pergi melihat area sekolah putri nya.
Kini Sindi memutuskan untuk membawa anak nya kembali ke sekolah kakak nya, sebelum mereka kembali pulang ke rumah
Mobil yang di kemudikan oleh Sindi berhenti tepat di halaman sekolah untuk usia dini, dimana ia akan mendaftarkan anak nya di sana, baru saja turun Zhifa sudah sangat bersemangat untuk sekolah, ia berlari lari kecil menuju gerbang sekolah nya yang jarak nya lumayan jauh dari Sindi memarkirkan mobil nya.
__ADS_1
Sindi hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah lucu Zhifa sejak sepanjang jalan Zhifa meminta kembali pulang ke rumah, tapi setelah melihat sampai di sekolah Zhufa justru sangat bersemangat.
Setelah menyelesaikan pendaftaran dan pergi melihat area sekolah putri nya. Kini Sindi memutuskan untuk membawa anak nya kembali ke sekolah kakak nya, sebelum mereka kembali pulang ke rumah
Melihat kedatangan Irsyad seorang diri, Ajeng tidak dapat bersabar lagu, rasa nya ia ingin sekali pergi mengelilingi rumah besar itu untuk menemukan Omar.
"Irsyad dimana Omar? Kenapa tidak datang bersama kamu?." Mata Ajeng terus memeriksa setiap sudut ruangan tapi tidak di temukan sosok yang di nantikan.
Bibi datang dengan nampan di tangan, dengan sopan bibi menyiapkan teh hangat di atas meja sebelum bibi kembali ke dapur. Sekitar 30 menit Ajeng dan Danu mengobrol bersama Irsyad, banyak hal yang mereka bicarakan tapi Sindi tidak kunjung membawa Omar untuk bertemu dengan nenek dan kakek nya dari ayah biologis nya itu.
Di dalam kamar Sindi merasa sangat gelisah, ia duduk di sofa yang memang berada di dalam kamar anak anak nya, tangan nya ia pautkan satu sama lain dan meremas nya, ini ia lakukan untuk mengurangi kegugupan nya.
Sindi masih berfikir apa ia akan membawa anak nya ke bawah dan mempertemukan dengan keluarga nya.
__ADS_1
Tapi ia juga ragu apa orang tua Ikbal benar benar hanya ingin bertemu dengan Omar atau justru ada hal lain untuk membawa Omar, saat fikiran nya sedang kalut tiba tiba saja pintu kamar nya terbuka lebar.
Melihat pintu terbuka lebar membuat Sindi menahan nafas nya untuk sejenak dan memperhatikan siapa orang membuka pintu dalam fikiran nya, Sindi membayangkan jika ternyata yang membuka adalah orang tua Imbal dan membawa putra nya.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1