
"Duduk sini Sin." Pinta Irsyad menepuk sofa yang ada di samping nya.
Sindi duduk di samping nya, lalu Irsyad bersimpuh di hadapan Sindi sambil menggenggam kedua tangan Sindi
"Bang, kenapa abang begini, ayo berdiri bang, seorang suami tidak pantas untuk melakukan ini." Ucap Sindi sambil menarik lengan Irsyad untuk berdiri, tapi Irsyad menolak
"Tidak Sin, abang ingin menceritakan sesuatu pada kamu, tapi janji ya jangan menyela cerita dari abang." Ucap Irsyad dan Sindi menganggukan kepala nya, menandakan kalau Sindi menyetujui apa yang di inginkan oleh suami nya.
__ADS_1
"Sin, abang minta maaf sebelum nya, abang ingin berkata jujur sama kamu, abang tidak ingin ada rahasia di antara kita, maafkan abang kalau kemarin abang sempat mengacuhkan kamu Sin, sebenarnya abang ingin menenangkan fikiran dan hati abang dulu, ada sesuatu yang abang sembunyikan dari kamu, semoga setelah abang cerita kamu mau masih memilih bertahan sama abang untuk melangkah ke depan bersama abang melalui semua cobaan di rumah tangga kita ini dengan saling melengkapi." Ucap Irsyad sambil melihat wajah Sindi, Irsyad ingin melihat ekspresi Sindi dulu baru akan menceritakan semua nya.
Irsyad melihat kalau Sindi masih setia dengan wajah seperti sebelum nya jadi Irsyad yakin kalu Sindi siap untuk mendengarkan cerita yang akan ia sampaikan.
Irsyad menggenggam tangan Sindi dengan penuh kelembutan, Irsyad mulai menceritakan mulai dari awal sampai akhir saat Irsyad pulang waktu pagi hari itu, tapi Irsyad belum memberitahukan nama orang yang di ceritakan oleh Irsyad pada Sindi
Setelah mendengar cerita dari suami nya hati Sindi sangat sakit, dimana saat ia mencintai seseorang lagi setelah ia di tinggal pergi sama kekasih hati nya dulu dan sekarang sosok laki-laki yang notaben nya sudah sah menjadi suami nya secara agama dan negara kenapa membuat ia terluka lagi.
__ADS_1
Sindi ingin pergi dari rumah ini sekarang juga, tapi dengan kesadaran yang masih ada Sindi tidak mau membuat Irsyad kecewa apalagi ucapan sang mama masih terngiang di fikiran Sindi ."Sindi, surga seorang istri ada pada suami nya, selama suami kamu masih ada di jalan Allah kamu patut untuk patuh terhadap suami kamu, tapi kalau suami kamu sudah keluar dari jalur jalan Allah kamu harus mengingatkan suami kamu untuk kembali ke jalan Allah, berumah tangga tidak seperti orang berpacaran, tidak suka langsung putus dan mencari yang lain, tapi rumah tangga adalah dimana suka dan duka harus di hadapi bersama dan diselesaikan bersama......
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...