
" Suttt."
" Sudah ya, yang berlalu biarlah berlalu kamu harus ikhlasin kepergian Ikbal, Ikbal sudah tidak menahan sakit lagi," Ucap Irsyad sambil mengusap rambut panjang Sindi, hingga tidak sadar Irsyad memberikan kecupan di kening Sindi untuk menenangkannya
" Apa salahku bang? Aku hanya ingin bahagia bersamanya, aku sangat mencintainya bang." Hiks hiks ucap Sindi dengan derai air matanya
" Sin, abang tahu ini berat buat kamu, tapi percayalah kita akan melewati ini semua bersama-sama, lihat lihatlah ada abang sekarang, abang yang akan menjagamu, jangan menangis lagi ya, abang mohon." Ucap Irsyad
" Lihat bang, setelah dia tiada, bahkan dia memberikanku skenario yang begitu panjang untuk kehidupanku." Ucap Sindi
" Apa yang harus aku lakukan bang? apa bang?." ucap Sindi lagi dengan memukul pelan dada bidang Irsyad
" Abang tau, mamanya mas Ikbal sangat membenciku? itu semua karena ini." Sindi mengambil map cokelat yang sudah berserakan isinya
__ADS_1
" Dia membenciku karena ini." Hiks hiks hiks
" Dia berfikir aku menghamburkan uang putranya untuk berfoya-foya, dia fikir aku membeli barang-barang branded itu hingga menghabiskan uang gaji putranya, aku tidak pernah tahu putranya menyiapkan begitu banyak kejutan untuk hidupku, aku tidak pernah meminta ini semua, aku hanya ingin di cintai oleh laki-laki yang mencintaiku juga." Sindi terus menangis di pelukan suaminya, Irsyad yang sempat berfikir buruk pada Sindi kini sudah menemukan jawabannya
" Tidak pernah ku sangka ternyata wanita yang ada di hadapanku lebih tepatnya di pelukanku adalah seorang wanita yang sangat sederhana, dia hanya menginginkan cinta yang tulus bukan harta yang berlimpah, maafkan aku Sin, karena sempat ragu dalam hatiku." Ucap Irsyad dalam hati dengan posisi masih memeluk Sindi di dalam dekapannya
Setelah beberapa saat kemudian Sindi sudah mulai berhenti menangis, dia langsung melepaskan diri dari pelukan suaminya yang berjalan menuju kamarnya, dan tidak lama, Sindi keluar dengan membawa tas dengan wajah sudah segar tapi masih ada bekas menangis tadi
" Sin, kamu mau kemana?." Irsyad berjalan mendekati Sindi yang mau keluar rumah
" Iya tapi kemana? ini sudah malam, besok ya kita pergi, abang janji akan mengantarkan kamu pergi, ini sudah larut malam Sin, tidak baik bagi wanita hamil keluar malam-malam, kalau kamu tidak perduli kan diri kamu terserah, tapi kamu harus peduli dengan anak yang ada di dalam kandungan kamu, dia masih kecil Sin, dia butuh kamu tenang, dia tidak mau melihat kamu menangis dan dia tidak mau kamu menderita, meskipun dia masih sebesar biji, tapi dia bisa merasakan kalau dia tidak nyaman Sin, kamu harus ikhlasin Ikbal, Ikbal sudah tenang di sana, dia sudah tidak sakit lagi Sin, kamu di sini ada abang yang akan menjaga kalian sampai kapan pun,." Ucap Irsyad yang masih berusaha memberi ketenangan pada Sindi agar Sindi tidak berbuat nekat
" Baik bang, tapi janji ya kalau abang akan mengantarkan aku besok." Tanya Sindi
__ADS_1
" Iya Sin, akan abang antar besok, istirahat yuk, sudah malam, malam ini kamu belum minum susu hamil ya, besok saja sekalian beli perlengkapan dan kebutuhan kita." Ucap Irsyad
" Iya bang."
Mereka masuk ke dalam kamar sebelum menutup dan mengunci rumah mereka, sekarang mereka masuk ke dalam kamar yang di pakai Sindi sebelumnya
Sebenarnya Irsyad masih bingung, Sindi mau kemana malam-malam begini, tapi.....
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...