CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 68


__ADS_3

Setelah lama menikah akhirnya malam ini Ais dan Juna resmi menautkan cinta mereka satu sama lain, jarak yang dulunya terbentang luas, kini telah sirna oleh rasa cinta yang seutuhnya, Malam ini Ais telah resmi melepas mahkota yang sangat berharga baginya, sedangkan Juna terlihat begitu puas karena telah berhasil menyempurnakan pernikahan mereka.


Terlihat disudut pelupuk mata Ais, aisr mata mengalir dengan sendirinya, tapi Ais tak bersuara, Ais meraskan sakit bagian bawah pusarnya, namun AIs tahan, karena baginya rasa sakit yang saat ini Ais rasakan tak sebanding dengan rasa bahagianya yang kini telah Ais raih.


" Sayang maafkan abang ya, karena malam ini abang sudah menyakiti adik lagi," Lirih Juna seraya menyapu lembut air mata Ais yang mengalir dari pelupuk matanya,


" Enggap apa-apa bang, Ais iklas menjalani dengan abang, lagipula ini kan sudah kewajiban adik sebagai seorang istri," Ucap Ais


" Abang sangat mencintai adik sayang,"


mereka terbangun sebentar lalu tertidur lagi


waktu menjelang subuh, Juna terbangun lebih dulu, ditatapnya wajah Ais yang begitu polos, apalagi jika sedang tidur pulas.


Juna kemudian melirik keseluruh area tubuh Ais, ada beberpa bekas merah disana, Ya itu hasil perbuatan nya tadi malam, Kini Juna nampak tersenyum kala mengingat apa yang telah terjadi tadi malam


Didekatinya wajahnya sama wajah Ais lalu Juna mencium kening Ais dengan lembut sekali, lalu Juna mencoba membangunkan istrinya mengingat waktu subuh sudah tiba


" Sayang," panggil Juna pada Ais


" Sayang, bangun yuk sudah subuh." Ucap Juna sambil membelai pipi sang istrinya


" Hmmm.."

__ADS_1


Ais mulai membuka mata.


Ais berusaha duduk dari tidurnya namun merasakan tak nyaman muncul di tubuhnya bagian bawah


" Auww." Ringisnya


" Adik kenapa? masi sakit?." Tanya Juna pada Ais


Juna kembali mendekati Ais, wajahnya terlihat cemas saat ini


" Bagian itu Ais perih bang." Ucap Ais sambil menahab sakit


" Oya, yang mana, sini biar abang lihat dan periksa."


Ais melototkan kedua matanya kepada Juna


Ais menjerit di dalam hati, kini Ais berusaha menutupi dirinya karena tak ingin Juna memeriksanya." Ais berbicara didalam hati


" Kenapa matanya melotot tiba-tiba saja ke arahku seperti itu, wajahnya pun juga memerah seketika, apa saat ini dia sedang tersipu malu karean ucapan ku. Ais kamu begitu menggemaskan." Ucap Juna dalam hati


Melihat ekspresi wajah Ais yang berubah sekeetika, membuat Juna semakin ingin mendekatinya, Kini Juna mulai meraih selimut segera menariknya, namun belum sempat Juna melancarkan aksinya, Aadzan subuh sudah berkumandang.


" Udah Adzan bang." Ucap lirih Ais

__ADS_1


" Iya, abang tau, yuk mandi."


Juna mengulurkan tangannya ke arah Ais


" Ma..mandi?."


Ais terlihat gugup


" Iya mandi, apakah adik berniat shalat tanpa mandi junub terlbih dahulu?." Ucap Juna sehingga membuat Ais semakin tersipu malu dengan kalimatnya


" Ais akan mandi, tapi abang duluan saja, biarkan Ais belakangan," Jelas Ais dengan wajah gugup


" Hmmm, tapi sekarang abang ingin kita mandi bersama." JUna tersenyum nakal


" Aaaapa!."


Ais terkejut,, wajahnya terlihat semakin gugup tak karuan.


" Kenapa? Apakah adik masih malu dengan abang?." Juna menatap wajah Ais dalam-dalam


" Sayang."


" Ah sudahlah, sekarang adik ikut dengan abang saja." Tanpa ingin mendengar apapun yang ingin di ucapkan Ais, Juna kemudian menarik tubuh Ais dan menggendongnya, lalu dengan segera Juna melangkahkan kaki menuju ke arah kamar mandi dan masuk kedalamnya

__ADS_1


🌷🌷🌷


Janga lupa tinggalin jejak ya kak, Happy Reading ❤😘


__ADS_2