CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 2


__ADS_3

" Andaikan kami tidak memaksa keinginan kami mungkin..." Ucapan papa Ikbal berhenti dan membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dengan sigap Irsyad memeluk ke dua orang tua dari sahabatnya itu yang sudah di anggap seperti orang tua sendiri bagi Irsyad


" Om dan tante harus optimis ya, Irsyad yakin kalau Ikbal pasti akan kembali sehat seperti sebelumnya." Irsyad memberikan dorongan kepada ke dua orang tua Ikbal


" Tante sangat berharap itu akan menjadi kenyataan nak." Ucap mama Ikbal dengan suara sangat pelan karena tangisannya masih belum reda


Perawat yang keluar dari ruangan Ikbal berjalan dengan terburu-buru untuk menumui Irsyad, namun di kedua orang tua Ikbal langsung menghadang perawat tersebut


" Sus, ada apa dengan putra saya?." Tanya pap Ikbal


" Maaf pak. hanya kata itu yang di ucapkam oleh perawat itu dengan terus berlalu


Meninggalkan orang-orang yang sudah beberapa hari ini menunggu di sana, tidak berapa lama perawat yang tadi kembali dengan seorang dokter yang tidak lain adalah Irsyad dan dokter yang menangani Ikbal , mereka ber tiga setengah berlari kecil untuk mempercepat langkahnys


" Nak bagaimana dengan Ikbal? apa dia sudah sadar dan kondisinya baik-baik saja?." mama Ikbal bertanya terus kepada Irsyad dengan penuh harap pada dokter yang akan masuj ke dalam ruangan


" Tante silahkan tunggu di sini saja ya, kami akan memeriksakan kondisi Ikbal dulu." Ucap Irsyad dengan suara tegasnya

__ADS_1


Di luar ruangan Ikbal di rawat, beberapa orang disana tidak dapat lagi duduk dengan tenang, mereka kalut dengan fikiran masing-masing, tidak berapa lama seorang perawat wanita keluar, dan meminta kedua orang tua pasien yang bernama Ikbak untuk masuk ke ruangan dan menemui pasien..


Ceklek


Pintu terbuka


" Dengan keluarga pasien Ikbal Abraham." Ucap perawat itu


Mama dan papa Ikbal yang nama purta di panggil langsung menghampirinya


" Bapak sama ibu di suruh masuk ada yang ingin di bicarakan oleh dokter Irsyad kepada bapak ibu." Ucap perawat


" Pa ada apa ya?." Tanya mama pada papa


" Kita masuk dulu ya biar kita tahu apa yang mau di bicarakan oleh dokter pada kita." Jawab papa sambil menggandeng tangan istrinya


" Iya sus, kami akan masuk." Lanjut papa Ikbal

__ADS_1


Dengan terburu-buru mereka berdua ke ruang namun perawat meminta terlebih dahulu memakai baju sterillnya, dan papa mama memakainya dengan sambil berjalan


" Ikbal...." dengan derai air mata mama memanggil putranya, namun tiba-tiba mama terkejut saat Ikbal menjawab ucap dari mama


" Ma pa, maafin Ikbal ya." Ucap Ikbal dengan suara yang sangat lirih


Membuat kedua orang tua nya tidak dapat membendung lagi derai air matanta melihat tubuh putranya di penuhi dengan selang dan kabel yang berbagai warna dan menempel di tubug yang tidak bertenaga itu, sang mama dengan segera memeluk serta menciumi wajah putranya itu


" Sayang, segeralah pulih ya, hati mama terasa sakit saat melihat kondisi kamu seperti ini nak," Ucap mama dengan membelai rambut putra


Ikbal dengan sekuat tenaganya meraih tangan sang mama tercinta


" Ma pa, tolong dengar suara Ikbal ya? berjanjilah sama Ikbal, apa pun yang terjadi sama Ikbal, mungkin ini sudah menjadi sebuah kehendak....


...🌷🌷🌷...


...To be continued ❤️...

__ADS_1


__ADS_2