CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 248


__ADS_3

"Sekali lagi kami mohon maaf kan sikap kami yang lalu pada kalian, kami benar benar telah membuat kesalahan fatal di masa lalu pada Sindi dan ibu." Terlihat dengan jelas dari sorot mata nya beberapa ia sangat menyesali tindakan nya di waktu itu, sampai Danu harus kehilangan putra satu satu nya itu selama lama nya.


"Kami ke sini ingin bertemu dengan anak itu, apa ibu Citra dan pak Angga bisa mempertemukan kami dengan mereka." Pinta Danu.


"Untuk itu saya tidak bisa memastikan nya, tapi saya akan mencoba untuk memberitahukan hal itu pada Sindi terlebih dahulu, bagaimana pun juga hanya Sindi yang berhak mempertemukan pak Danu dan bu Ajeng dengan cucu saya." Ucap Angga.


Sejujur nya Citra sangat ingin menolak permintaan mereka, bagaimana pun juga Citra masih ingat dengan jelas bagaimana mereka dulu, begitu tidak menginginkan kehadiran Omar cucu laki laki nya itu, tapi Citra juga tidak bisa memutus kan secara sepihak.


Bagaimana pun mereka adalah keluarga Omar, mereka kakek dan nenek nya Omar darah yang mengalir di dalam tubuh cucu nya juga darah mereka, Citra tidak bisa bersikap egois.

__ADS_1


"Ibu Citra." Suara Ajeng menyerukan nama nya membuat Citra terfokus pada wanita di hadapan nya itu.


"Saya mohon saya hanya ingin melihat nya, beberapa tahun ini berlalu dengan rasa sesak di dada ini jika mengingat kembali kami kehilangan anak kami di usia nya yang masih sangat muda, dia lebih dulu pergi." Ucap Ajeng dengan derai air mata.


"Setelah saya tahu, anak ini lahir dan tumbuh, apa anda tidak bisa memberikan kesempatan sekali saja untuk seorang yang kehilangan anak nya agar bisa bertemu dengan cucu nya. Anak dari anak ku sendiri." Ajeng terus menerus mengalirkan air mata nya, ia memohon dengan sangat agar Citra dan Angga memperbolehkan untuk bertemu dengan Sindi dan Omar.


"Ekhemmmm. begini ya pak Danu dan bu Ajeng, saya dan istri nya memang orang tua dari Sindi dan bagaimana pun juga kami hanya bisa menjembatani bapak ibu dengan Sindi serta suami nya, jadi saya mohon ibu Ajeng jangan menyudut kan istri saya, istri saya di sini hanya ingin melindungi putri nya yang dulu pernah kalian hina, saya sebagai seorang ayah dan saya juga tidak tahu persis apa yang terjadi saat saya mendengar apa yang ibu ucapkan pada istri saya, saya sungguh kecewa atas perbuat ibu, tapi yang lalu biarlah berlalu, dari pihak kami juga sudah memaafkan kalian, ma tolong telp Sindi dan katakan apa yang pak Danu dan bu Ajeng inginkan." Pinta Angga pada istri nya.


Sebelum Citra masuk ke dalam kamar nya. Citra melihat Sita yang ternyata sudah bangun sejak tadi dan mendengar semua nya.

__ADS_1


"Nak kamu sudah bangun, mama sudah siapkan nasi goreng di meja makan." Ucap Citra, saat Citra akan kembali melanjutkan tujuan nya, Sita menghalangi jalan mama nya.


"Tidak ma, jangan biarkan mereka mengganggu kebahagian kakak dan kak Irsyad lagi, sudah cukup selama ini kakak menderita dan kak Irsyad bisa mengobati luka kak Sindi meskipun butuh waktu yang lama, biarkan kakak bahagia ma, jangan buat mereka merusak kebahagian kaka sekarang ma." Pinta Sita pada mama Citra.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2