
" Sayang sudah (Bags mendekati Tika)
" iya mas, adik sudah lega melihat Vika tersenyum kembali
" Vik, kita pulang dulu ya, kamu lekas sembuh
" iya Tik, makasih ya, maksih ya kak sudah mau jenguk aku disini
" sama-sama Vik, kamu lekas sembuh ya, apa kamu tidak mau temenin sahabat kamu lahiran, kan tinggal satu bulan lagi
" pasti mau kak, aku temenin Tika lahiran, aku sduah tidak sabar menanti kelahiran Babby Twins kalian, pasti gantheng dan canting
" ya sudah kita pamit ya, Assalamualaikum (ucap Tika dan Bagas)
" Wa'alaikumsalam (jawab Arman dan Vika)
Bagas dan Tika berjalan keluar RS
" sayang kita mau kemana?
" kemana aja asal sama mas
" wau istri mas sudah pandai ngegombal ya (Bags mencolek dagu Tika)
__ADS_1
" kan adik menirukan gurunya mas
" emang siapa guru adik?
" masak mas gak tahu, yang ada di sebelah adik ini adalah rajanya gombal
" wah parah adik, masak suami sendiri dikatain rajanya gombal, tapi gak papalah kan gombalin istri sendiri
" emang bener hanya dik yang digombalin sama mas? terus sama mantan mas giman?
"iya sayan, hanya adik seorang, kalau tidak percaya bisa ditanyakan sama Arman dan Angga, mengenai mantan mas tidak pernah gombal-gombal gini, gak tahu kalau lagi sama adik mas itu ada aja yang di ucap
" makasih Daddy, Mommy makin sayang sama Daddy, (Tika mencium pipi Bagas)
" siapa yang godain mas
" dengan adik mencium pipi mas itu sudah membuat ada yang tegang sayang
" maaf ya mas
" di maafkan tapi nanti kalau sudah dirumah mas akan meminta pertanggung jawaban dari adik
" siap siapa takut
__ADS_1
" sayang terima kasih ya (Bagas mencium tangan Tika)
" buat apa mas?
" terima kasih sudah mau tetap berada di sisi mas, di saat mas koma dan disaat mas tidak bisa berjalan, mungkin kalau perempuan lain pasti sudah pergi tinggalin mas
" mas, itu semua sudah kewajiban adik sebagai istri mas, mas adalah suami adik, kita keluarga mas, kita hadapi sama-sama ya di jalan Allah dan menjadi keluarga yang sakinah, Mawadah, Warohmah
" Aaamiiiiiiin (jawab Tika dan BAgas)
" adik juga buka istri yang sempurna mas, di saat adik salah tolong tegur adik ya mas, dan kasih tahu mana yang baik
" sama-sama ya sayang kita saling mengingatkan dan melengkapi
" siap mas,
" kita mulai sekarang harus janji ya, kalau ada apapun kita harus saling terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi, lihat kita sudah mendapatkan contoh dari rumah tangga sahabat kita Arman dan Vika, mereka berfikir itu hal kecil mungkin mereka menganggap hal sepele, dari sisi Vika, Vika takut menyampaikan kepada Arman, sedangkan Arman menganggap kalau Vika baik-baik saja, tapi disaat sudah masalahnya sudah teramat jauh mereka berdua baru sadar, kalau komunikassi itu penting, padahal kalau mas lihat masalah mereka itu bisa di atasi tanpa menunggu Vika masuk RS dan papanya Arman tidak berpisah dengan mamanya, tapi semua sudah terlanjur jadi bagaimana lagi, kita sebagai sahabat hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mereka
" iya mas, adik ngerti, tapi adik tadi sempat beerfikir bagaimana kalau Vika tahu ternyata mertuanya akan berpisah
---------------------------------
jangan lupa tinggalin jejak ya kak, Insya Allah hari ini akan up banyak,
__ADS_1