
"Saya ini mommy nya bukan orang lain, saya akan menemani nya di dalam." Ucap mommy
"Maaf bu saya mohon bekerja samalah biar dokter yang memeriksa pasien terlebih dahulu." Akhir nya mommy mengalah dan memilih duduk di depan ruang UGD bersama Bejo
Saat hendak duduk menunggu dokter yang memeriksa Sindi, mommy melihat Irsyad berlari menuju ke arah sang mommy
"Mommy.... mom di mana Sindi?." Ucap Irsyad dengan nafas terengah-engah
"Sindi sedang di tangani dokter nak." Jawab mommy
Tanpa berbicara apa pun Irsyad memutuskan untuk mengecek sendiri keadaan Sindi, betapa terkejut nya Irsyad mendapati Sindi tergeletak tidak sadarkan diri dan hanya di pasangkan selang infus di tangan nya, Irsyad berjalan menuju ruangan dokter UGD
"Bug..." sebuah pukulan keras mengenai wajah sang dokter jaga, sampai membuat nya mengaduh kesakitan dengan amarah yang sudah memuncak Irsyad menarik pakaian dokter tersebut.
__ADS_1
"Apa kamu akan membiarkan istri ku mati kesakitan hah!!!!, Dokter apa kamu itu, dokter pasti punya jiwa yang tulus dan berperikemanusiaan, bukan seperti kamu, kamu pantas di sebut bajingan, bajingan seperti kamu kenapa bisa bekerja di RS ini, Bug." Lagi-lagi Irsyad memberikan bogeman mentah pada dokter jaga tersebut
"Periksa sekarang istri ku dan pastikan bayi dan ibu nya selamat." Ucap Irsyad dengan mendorong kasar dokter tersebut.
Mendengar pernyataan bahwa wanita tersebut adalah istri dari pemilik RS tempat nya bekerja, membuat dokter jaga tersebut ketakutan, selain aksi semena-mena nya terhadap pasien telah di ketahui oleh pemilik RS, ia juga sudah mengabaikan keselamatan istri dan anak dari pemilik RS, dengan langkah terburu-buru dokter itu menemui Sindi dan memeriksa nya dengan teliti
"Dokter Irsyad, pasien sudah akan melahirkan, sekarang sudah memasuki pembukaan 10, tapu mengingat kondisi nya sangat lemah dan tekanan darah nya terlalu tinggi kita tidak bisa melakukan tindakan operasi cecar sekarang, kita harus menunggu setidak nya sampai tekanan darah pasien stabil." Ucap dokter tersebut
"Air ketuban nya sudah pecah kita harus cepat melakukan operasi cecar untuk menyelamat kan bayi nya." Ucap sang dokter menjelaskan, membuat Irsyad seperti tersengat aliran listrik ribuan volt.. pikiran nya kacau tidak dapat berfikir dengan baik perasaan kalut bingung membaur jadi satu
"Apa yang harus aku lakukan sekarang." Ucap Irsyad lirih dengan memandang sendu wajah Sindi yang seakan tertidur pulas dan tidak merasakan sakit apa pun, tapi kenyataan nya justru sebalik nya saat ini Sindi sedang menahan sakit di dalam tubuh nya yang amat menyakitkan sampai membuat ia hilang kesadaraan
"Bagaimana jika aku harus memilih menyelamatkan Sindi lalu Sindi akan menyalahkan ku karena kehilangan bayi nya." bagaimana mungkin Irsyad akan menyelamatkan bayi nya dan membiarkan Sindi dalam bahaya, Irsyad merasa seperti tidak berdaya saat ini, pilihan nya sangat sulit
__ADS_1
"Aku ingin menyelamatkan kedua nya apa yang bisa kamu lakukan, agar kedua nya selamat." Pinta Irsyad pada sang dokter.
"Kamu seorang dokter, kamu paham pasti saat ini kita tidak dapat berbuat banyak, kami melakukan sesuai prosedur yang berlaku di RS, kami akan memastikan kodisi sang ibu nya stabil dan kita akan melakukan tindakan selanjut nya." Ucap dokter tersebut.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1