
Sandi berfikir keras atas ucapan mama kepadanya, Sandi sempat bingung, atas ucapan mama yang katanya kalau Kayla pernah di jodohin sama dia
" Maksud mama apa tentang gadis yang pernah mama dan papa kenalkan?." tany Sandi
" San, sebelum kamu menikahi Sela, mama dan papa pernah kan bilang kalau mama mau kenalin putri dari sahabat om kamu dan teman mama juga ya gadis itu adalah Kayla, gimana apa kamu tidak kaget mendengarnya? apa kamu bisa menerima kalau gadis yang kamu tolak adalah gadis yang kamu kagumi sekarang? mama sudah tahu jawab kamu San, pasti kamu menyesal kan telah memilih Sela dari pada Kayla, sebelum kamu menikah dengan Sela, mama dan papa sudah menyelidiki siapa Sela sebenarnya tapi mata dan hati kamu sudah tertutup oleh cinta Sela," Ucap mama
" Ma pa, terima kasih atas semuanya, pasti Sandi akan fikirkan semua ucapan mama dan papa barusan kepada Sandi."
Sandi berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, Sedangkan mama dan papa masih duduk di ruang keluarganya
Ceklek
" Ayah?." panggil Cio pada Sandi
" Iya nak, ayah mandi dulu ya, tunggu ayah di atas tempat tidur ." Ucap Sandi
" Siap Komandan." Jawab Cio sambil mengacak rambut sang putra
Cio menunggu sang ayah sambil bermain di atas kasur, setelah 15 menit berlalu Sandi keluar dari kamar mandi lalu merebahkan badannya di sebelah Cio untuk bermain bersama dengan sang putra, Mereka berdua melaksanakan sholat berjamah di dalam kamar,
" Ayah, telp bunda yuk?." Ajak Cio pada Sandi
__ADS_1
" Nak, ini sudah mau malam nak, besok aja ya, pasti bunda juga sudah istirahat sayang." Jawab Sandi
" No yah, tadi ayah kan denger sendiri, kalau jam berapa pun Cio telp bunda, bunda pasti bisa." Ucap Cio
" Ok, boy, kita telp bunda ya." Jawab Sandi dengan pasrah
Sandi Pov
Tut tut tut
Dalam nada panggilan telp tersambung
" Hallo Assalamualaikum." Ucap Kay
" Eh Cio., Ada apa sayang?." Tanya Kay
" Bunda, Cio kangen, bunda lagi ngapain?." Tanya Cio
" Sama, bunda kangen banget sama Cio, ini bunda Habis ngaji sayang," Jawab Kay
" Sama tadi Cio juga sudah sholat, tapi Cio tidak ngaji bun." Ucap Cio
__ADS_1
" Kenapa Cio tidak ngaji? kan ada ayah, mama, omma dan oppa sayang." Tanya Kay
" Bunda, Cio sudah tidak punya mama, Cio cuma punya Ayah, omma dan oppa." Ucap Cio sambil matanya berkaca-kaca
" Sayang kamu kenapa? Jangan sedih nak, kan ada bunda, nanti bunda ajarin mengaji ya sayang, jadi Cio jangan sedih lagi." Jawab Kay ikut sedih mendengar ucapan Cio barusan
" Benarkah bunda, bunda mau ngajarin Cio mengaji?."
" Iya sayang, ayah Cio mana?." Tanya Kay
" Ini bun. Ayah di cari bunda!." Ucap Cio sambil memberikan ponselnya
" Iya mbak, saya minta maaf ya mbak, karena Cio malam-malam sudah mengganggu mbak yang mau lagi istirahat, tadi saya sudah bilangin Cio kalau besok saja, tapi Cio ngotot tidak mau."
" Iya mas tidak apa-apa, Kay cuma mau bilang, tadi Cio bilang kalau sudah sekolah, apa bisa mas antar Cio setelah pulang sekolah ke kantor Kay ya mas, biar nanti Kay ajarin mengaji Cio nya?." Tanya Kay
" Bisa mbak, tapi apa mbak Kayla tidak sibuk, saya takut kalau nanti Cio malah mengganggu jam kerja mbak Kay?."
" Tidak kok mas, Insya Allah Kay bisa kok." Jawab Kay
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...